Edi Obama Polisikan Sekretaris BPBD Bireuen, Terkait "Postingan" yang Cemarkan Nama Baiknya

RADAR ACEH | Bireuen– Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Bireuen merasa nama baiknya tercoreng oleh salah satu akun Facebook atas nama Adli SE yang menuliskan status di dinding akun Facebook pribadinya yang kini harus berurusan dengan pihak berwajib.

Akun milik sekretaris BPBD Kabupaten Bireuen yang bernama Adli SE dalam status yang di tulis di dinding akun Facebook pribadinya pada tanggal  21 Juni 2017 sekira pukul 21.06 Wib dengan judul "GAYA BARU " DONOR DARAH" Ala KETUA PMI BIREUEN,,Pukul Relawan tampung DARAH NYA,,$$,.

Hal tersebut membuat Ketua PMI Bireuen  tidak terima dan merasa nama baik nya tercemar oleh status Facebook tersebut.

Edi Saputra Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bireuen merasa postingan status dan komentar di akun sosial media Facebook jelas ditunjukan kepada dirinya dan hal tersebut pelaku bisa di jerat dengan undang-undang ITE," kata Ketua PMI Bireuen saat di konfirmasi media Radar Aceh,  Jum'at: 23/06/2017 di kediamannya.

Lanjutnya, "terkait postingan Adli SE di facebook yang dinilai mencemarkan lembaga PMI dan dirinya pribadi sudah kita laporkan ke Polres Bireuen dengan Nomor: TBL/14/VI/2017/Reskrim, tanggal 22 Juni 2017"  kata Edi   Saputra atau yang akrab di sapa Edi Obama.

"Postingan status tersebut adalah salah satu alat bukti yang diserahkan beserta beberapa komentar lain dalam postingan tersebut, untuk lebih jelas teman-teman media bisa mengkonfirmasi lagi ke Polres Bireuen," jelas Ketua PMI Bireuen,

Sebagaimana diberitakan sebelumnya
cekcok internal PMI Bireuen antara Ketua dengan korban Syahrul Rizal, secara pribadi dirinya mengakui sudah Berdamai dengan Ketua PMI Bireuen.

Syahrul mengakui "kalau Edi dan perangkat desanya memang sudah mendatangi kami untuk melakukan perdamaian. Tapi kan saya ada korp dengan BPBD. Itu mereka tidak terima dan harus di tempuh jalur hukum kata Syahrul Rizal.

"Saya dengan bang Edi biasa-biasa saja tidak ada rasa dendam satu sama lain" kata Syahrul saat dihubungi media melalui handphone pribadinya

Namun begitu juga pengakuan Edi Saputra atau lebih dikenal dengan Edi Obama mengungkapkan kronologis kejadian.

Berawal dari postingan status akun facebook pada 17 Juni 2017 atas nama Syahrul Rizal Lbr, yang tidak lain adalah Relawan PMI Kabupaten Bireuen. Di postingan tersebut, Syahrul menyampaikan keinginannya untuk berbuka puasa bersama anggota PMI. Bagi Edi, postingan tersebut tidak ada masalah, dan hak setiap orang untuk menyampaikan informasi. Akan tetapi, banyak komentar di dalamnya yang menjadi bahan olokan dan sindiran.

Makanya, Edi Obama dalam kapasitasnya sebagai Ketua PMI Bireuen merasa tersinggung. Melihat postingan dan komentar tersebut, Edi mencoba menghubungi Syahrul Rizal, Rabu dini hari (21/7/2017). Dia menanyakan kenapa harus begitu cara penyampain ke media sosial. Padahal, selama ini hubungan keduanya sangat baik. Syahrul Rizal langsung meminta maaf kepada Ketua PMI atas kesalahan postingannnya tersebut.

Sesaat kemudian, Ketua PMI Bireuen mencoba menghubunginya kembali, tapi tidak diangkat. Merasa penasaran kenapa teleponnya tidak diangkat, Edi bersama para relawan PWI dan sopir pribadinya mendatangi rumah Syahrul di Gampong Teupok Teungoh,
Kecamatan Jeumpa.

Sesampainya mereka di sana, ternyata Syahrul tidak berada di tempat, melainkan di rumah mertuanya. Sambil menanti kedatangan Syahrul, Edi Obama menungguinya di teras rumah. Kemudian, tibalah Syahrul dan minta maaf atas kesalahan terkait postingannya tersebut. Di situlah terjadi kekhilafan bagi Edi Obama.

Sambil menasehatinya, tanpa sengaja Edi mangayunkan tangannya ke arah Syahrul. Itupun karena Edi merasa kesal tangannya terus dipeluk oleh Syahrul sambil meminta maaf. Bahkan, sampai Edi pulang pun, tangannya masih dipeluk sambil minta maaf. "Kalau tidak ada salah, kenapa Syahrul harus minta Maaf. Ini membuktikan, Syahrul juga merasa salah terkait postingannya yang menyudutkan lembaga yang membesarkan namanya tersebut," sebut Edi.

Setelah terjadinya insiden tersebut, Edi bersama relawan PMI pergi meninggalkan rumah Syahrul. Keesokan harinya, Syahrul menghadap Sekretaris PMI Bireuen, Juanda. Tujuannya, meminta untuk dimediasi agar dapat dipertemukan dengan Edi, untuk meminta maaf dengan disaksikan pengurus lainnya.

Setelah bertemu, Syahrul langsung meminta maaf atas kesalahannya tersebut. Edi juga sudah memaafkannya yang disaksikan oleh pengurus PMI Kabupaten Bireuen. Sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada bawahannya, Edi juga berinisiatif menjumpai pihak keluarga Syahrul.

Tujuannya, untuk bersilaturrahmi sekaligus meminta maaf kepada keluarga Syahrul. Sesampai di rumah Syahrul, rombongan pengurus PMI Bireuen disambut oleh pihak keluarga dan perangkat desa tersebut. Dalam sambutannya, Keuchik Teupok Baroh menyambut baik kedatangan Ketua PMI Bireuen beserta rombongan.

Apalagi, Edi sudah menyampaikan permohonan maafnya kepada keluarga. Namun, masalah perdamaian diserahkan kepada pihak keluarga. Mereka menginginkan agar masalah ini dapat diproses secara hukum.

Menyikapi permintaan keluarga Syahrul, dalam sambutannya Edi Obama dengan berjiwa besar dan mengakui kesalahannya tersebut. Dia mempersilahkan pihak keluarga untuk menempuh jalur hukum. "Saya datang ke sini untuk bersilaturrahmi dengan pihak keluarga, karna menurutnya masalah dia dengan Syahrul sudah didamaikan dan diselesaikan oleh internal PMI serta disaksikan oleh pengurus," begitu diakui Edi dalam pertemuan saat itu.

Menurut Edi, masalah ini sebenarnya tidak masalah lagi, tapi karena ada dari pihak keluarga Syahrul keberatan atas perdamaian internal yang sudah kami lakukan dan ingin menempuhkan jalur hukum, ya saya terima kata Edi, biarlah hukum yang menyelesaikan nya, tutup Edi Saputra. [SR]

Tag : NEWS
Back To Top