Banda Aceh - Ketua tim relawan Irwandi Lapan 6, Tgk. Izin menjelaskan pembangunan rumah duafa yang yang dilakukan Irwandi Yusuf melibatkan tim relawan di 23 kabupaten /kota, hal tersebut disampaikan kepada Radaraceh.com di sebuah warung kopi Slawah, Banda Aceh, Rabu 13 Juni 2017.
Pembangunan 100 unit rumah duafa adalah dana yang hendak dibuat untuk pesta rakyat atas kemenangan pasangan Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah sebagai gubernur Aceh terpilih, setelah dikaji ulang dari pada peserta rakyat yang menghambur - hamburkan uang alangkah lebih baiknya jika itu diberikan kepada kaum duafa dalam program pembangunan rumah layak huni untuk duafa,"jelasnya.
Lanjutnya rumah yang dibangun tidak terlalu bagus tetapi sudah layak untuk huni, jika ada yang belum mengetahui sumber dana program pembangunan rumah duafa tersebut maka pada kesempatan ini saya sampaikan bahwa dana itu berasal anggaran pesta kemenangan rakyat.
Tambahnya lagi, dari pada potong lembu hanya untuk sehari dan besoknya tidak jadi apa apa, dan dengan pembangunan ini ada safaat bagi rakyat miskin karena masih banyak rakyat Aceh yang hidup dibawah garis kemiskinan,"ungkapnya.
Masih banyak orang susah di Aceh, kalau kita buat pesta rakyat sama saja kita senang di atas penderitaan rakyat sendiri, maka Irwandi tidak mau melakukan hal itu, lebih baik dana itu di alihkan ke pembangunan rumah duafa dan ternyata setelah itu dilakukan responnya cukup positif dari berbagai kalangan, akhirnya berjalan waktu pembangunan rumah duafa tersebut mencapai 200 unit dan insyaallah target kita sampai 1000 unit rumah dari Irwandi dan mudah-mudahan ini bisa tercapai,"harapnya.
Tgk Ijin menjelaskan juga pembangunan ini akan terus dilakukan sampai pelantikan gubernur Aceh, budaya-budaya ini, bang Wandi pelan-pelan sudah mulai di munculkan, sumber dana program pembangunan rumah ini selain dari Irwandi juga ada dari donatur para dermawan-dermawan yang tergerak hatinya melihat program ini karena program ini bersentuhan langsung dengan masyarakat dan tepat sasaran karena yang menjadi mata dan telinga adalah relawan yang ada di wilayah tersebut, semua pihak yang membantu tidak ada muatan kepentingan,"tegasnya kembali.
Program ini juga mendapatkan spot dari BUMN seperti pemasangan listrik dari BUMN lain, TNI Polri seperti disalah satu daerah koramil setempat memberikan bantuan MCK dan tenaga bersama tim relawan dan masyarakat lainnya untuk mengerjakan pembangunan rumah duafa, program ini menggerakkan dan ini mungkin program pertama di Indonesia belum dilantik jadi gubernur sudah berani membuat terobosan,
tujuannya adalah mengembalikan semangat kepedulian sosial yang selama ini sudah hilang.
Ia juga mengatakan masih ada masyarakat yang tidak peduli dengan lingkungan, dengan kondisi sosial, dengan di buatnya program ini oleh Irwandi maka mulai tergerak kembali secara bergotong royong, keterlibatan masyarakat, keterlibatan semua pihak.
Dana ini bukan dana pemerintah tetapi ini adalah dana swadaya, dana gotong royong, dana dermawan yang mau menzakatkan yang mau bersedekah, jadi semua tergerak hatinya dan dari 200 unit rumah itu tersebar di 23 kabupaten /kota dan perkerjaan itu dilakukan oleh relawan, TNI, Polri, BUMN semua pihak terlibat disitu,"jelasnya lagi pada wartawan media ini.
Harapan kedepannya, kepekaan sosial terhadap masyarakat kembali tertanam yang selama ini hilang, gotong royong, peduli masyarakat dan ini bisa menjadi contoh kepada yang lain bahwa jabatan kekuasaan itu bisa membantu orang lain tanpa harus menabrak aturan-aturan yang ada, persyaratan untuk mendapatkan bantuan hanya verifikasi dari relawan layak atau tidak layaknya mendapatkan bantuan, dalam pembangunan ini tidak ada pilih kasih, tidak melihat siapa dan dari mana.
Untuk relawan Lapan 6 Irwandi sendiri sudah mengerjakan 11 unit rumah bantuan duafa dan itu tersebar di 4 kabupaten kota, yakni Aceh Utara, Bireuen, Pidie dan dan Aceh Besar,"tutupnya (AR,01)
