Mahasiswa Ini Sesalkan Sikap Penghadangan Tongkang di Julok, dan Minta Buka Peluang Bagi Ivestor

RADARCEH.COM | ACEH TIMUR - Sejumlah  aktivis dan Mahasiswa Aceh Timur sangat menyayangkan sikap oknum yang diduga sengaja mempengaruhi warga terkait penghambatan dan penghadangan kapal tongkang Arlin 1818 milik PT Masaji Prayasa Cargo (MPC) yang mengangkut alat pendingin gas milik PT JEC Subcon PT Medco E&P Malaka beberapa hari lalu di Pelabuhan Simpang Lhee, Kecamatan Julok, kabupaten Aceh Timur.

Hal tersebut disampaikan Boidatul Khoi salah satu Aktivis Mahasiswa Aceh Timur melalui rilisnya kepada Radaraceh.com, Rabu (14/06/17).

Menurutnya, aksi yang dilakukan oleh oknun yang diduga tidak bertangung jawab tersebut akan dapat menghabat pekerjaan di CPP Blok A milik Medco di Desa Blang Nisam, kecamatan Indra Makmu, Aceh Timur. Pasalnya target yang diharapkan masyarakat dan Pemkab Aceh Timur harus selesai pada 2018 mendatang akan terhambat, dan akan berdampak didaerah itu sendiri. Kata Boidatul Khoi yang juga selaku ketua DPM UNSAM Langsa.

"Sangat  merugikan aksi oleh pihak yang tidak bertangung jawab itu, apalagi ada unsur-unsur pemerasan hingga Ratusan Juta, kami sebagai Mahasiswa tidak setuju ketika ada sebuah Geb atau kelompok premanisme. Karena kami pemuda dan mahasiswa Aceh Timur juga ingin daerah kami ini cepat maju seperti Kabupaten-kabupaten lain" Jelasnya

Harap pemuda itu keoada masyarakat agar jeli dan teliti dalam melihat aksi atau pengaruh yang mementingkan diri pribadi dan kelompoknya. "Mari kita sebagai  masyarakat dan pemuda membangun daerah kita tampa ada  kelompok-kelompok yang mementingkan pribadi. Buatlah ivestor senang jangan kita mempersulit, dengan banyak masuk ivestor maka tingkat pengganguran akan berkurang didaerah kita nantinya" Tutup Boidatul. (RI)

Tag : NEWS
Back To Top