RADAR ACEH | Bireuen- Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bireuen, Edi Saputra alias Edi Obama, mensinyalir ada orang-orang atau pihak tertentu yang telah memanfaatkan situasi dan mempolitisir terkait kesalahpahamannya dengan Syahrul Rizal yang notabene salah seorang Relawan PMI Bireuen, untuk mencemarkan nama baik PMI dan dirinya.
Karena menurut Edi, sebenarnya hal tersebut tidak ada masalah lagi. Sebab, antara dia dan Syahrul secara pribadi sudah mengakui kesalahan masing-masing dan saling memaafkan.
Alasan Edi ini juga diperkuat oleh permintaan maaf dari akun pribadi Syahrul Rizal LBr. Kemudian, dilanjutkan dengan permintaan maaf secara langsung yang dimediasi oleh Sekretaris PMI Bireuen, Juanda yang disaksikan pengurus lainnya.
Namun, secara tiba-tiba permintaan maaf tersebut sudah dihapus. Bahkan, postingan lain yang menjadi awal mula terjadinya kesalahpahaman ini juga dihapus" ujar Edi
Lanjutnya, Edi menduga, "masalah tersebut sengaja dibesar-besarkan dan dipolitisir oleh orang-orang yang ingin memanfaatkan persoalan Ini untuk mencemarkan nama baik Lembaga yang saya Pimpin dan sebagai pembunuhan karakter" ungkapnya
Hal ini, sebut Edi "terlihat dari postingan Adli SE Sekretaris BPBD Bireuen di akun pribadi media sosialnya. Bahkan dalam sambutannya mewakili pihak keluarga ketika Ketua PMI Bireuen itu bertandang kerumah Syahrul (Rabu: 21/6/2017 malam) yang didampingi beberapa pengurus lainnya, Adli SE menyampaikan kata-kata yang menyudutkan saya, sehingga membuat pihak keluarga Syahrul tidak mau berdamai lagi" urai Pemilik Obama Market itu.
"Alhamdulillah, kita ada screenshoot semua dan kita simpan sebagai barang bukti bila mana diperlukan. Masak orang yang sudah berdamai, baik secara langsung maupun melalui permintaan maaf melalui media sosial dengan disaksikan oleh Pengurus PMI, tiba-tiba melanjutkan kembali kasus ini ke ranah hukum," kata Edi dengan penuh keheranan.
Terkait masalah Ini Ketua PMI Bireuen, juga telah melaporkan Adli SE ke Polres Bireuen terkait postingannya di Facebook yang mencemarkan lembaga PMI dan dirinya dengan Nomor: TBL/14/VI/2017/Reskrim, tanggal 22 Juni 2017 lalu
"Hal ini saya lakukan untuk menimbulkan efek jera kepada yang bersangkutan, jangan begitu mudahnya menghina dan merendahkan orang lain, apalagi menghina Lembaga Kemanusiaan yang sudah diakui Dunia Internasional, dan ini bisa menjadi pelajaran untuk orang lain juga" tegas Ketua PMI Bireuen yang baru menjabat beberapa bulan lalu itu.
"Saya pribadi memang sudah salah dan meminta maaf, baik kepada Syahrul, Keluarga, maupun perangkat desa, tapi sikap arogan yang ditunjukkan oleh Sekretaris BPBD itu dengan penuh kesombongan dan keangkuhannya menunjukkan bahwa dia memang tidak mempunyai niat baik," kata Edi.
Ia mengharapkan "kepada Aparat Penegak Hukum agar serius melanjutkan perkara ini sampai kepengadilan, apalagi saya merasa ragu dengan pengakuan Adli yang mengatakan bahwa dia mempunyai hubungan keluarga dengan Syahrul, bahkan dalam kata sambutannya, Adli ini melangkahi perangkat desa setempat dalam menyampaikan kata-kata sambutan, ini menunjukkan bahwa yang bersangkutan juga terkesan angkuh dan arogan"
"Jangan sampai menimbukan kesan di masyarakat bahwa Adli ini kebal hukum, dan dia bisa semena-mena kepada orang lain, karena di Negara kita ini Hukum adalah Panglima Tertinggi," pungkas Edi [SR]
