RADARACEH.COM | Kuala Simpang - Anggota Komite II DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau akrab dikenal Haji Uma melakukan klarifikasi terhadap adanya publikasi salah satu media online di Aceh yang memberitakan penolakan kunjungannya ke CCP Blok A di Kecamatan Indra Makmu, Jum'at (27/2017). Sebagaimana diberitakan, bahwa penolakan PT Medco E&P Malaka sebagai operator CCP Blok A dikarenakan kunjungan senator asal Aceh ini tidak melalui prosedur resmi yang berlaku.
Sehubungan dengan pemberitaan dimaksud, Haji Uma merasa perlu melakukan klarifikasi dengan tujuan untuk meluruskan publikasi berita guna menghindari terbagunnya opini keliru di masyarakat serta mengaburkan kronologis dan fakta kejadian yang sesungguhnya.
Dalam siaran pers yang dikirim kepada media, Haji Uma menyebutkan bahwa dasar dari kunjungannya adalah adanya berita yang berkembang terkait konflik ketenagakerjaan hingga terjadinya insiden penangkapan para pekerja luar daerah oleh masyarakat lingkar tambang. Agenda dan tujuan utama kunjungan ke lokasi CCP Blok A adalah untuk bertemu dan berdialog dengan masyarakat lingkar tambang serta beberapa eks pekerja dari perusahaan sub-con PT Medco E&P Malaka yang mengalami pemutusan hubungan kerja.
Haji Uma melanjutkan bahwa kedatangaannya bersama rombongan juga ikut didampingi Kapolsek Indra Makmu dan kemudian dalam proses dialog dengan masyarakat lingkar tambang yang berlangsung diluar batas area lokasi CCP Blok A, hadir juga Camat Indra, T.M. Nur, SE. "Jadi sebenarnya tidak ada dalam agenda awal untuk masuk dan bertemu pihak manajemen PT. Medco E&P Malaka, karena saya faham betul prosedur yang berlaku. Tetapi dalam proses dialog, masyarakat berharap agar saya dalam kapitas anggota DPD RI perlu bertemu pihak PT Medco E&P Malaka untuk mendapatkan klarifikasi dan informasi yang berimbang", ujar Haji Uma. Selasa, 1 Agustus 2017
Menurut Haji Uma, sebenarnya pertemuan dengan pihak manajemene PT Medco sudah ada dalam rencana, namun diwaktu lain kedepan, mengingat ada prosedur yang harus dilalui yaitu pengajuan surat pemberitahuan rencana kunjungan secara resmi. Namun karena ada harapan yang berkembang dari masyarakat dan pertimbangan keberadaan saya dilokasi, kemudian saya mendelegasi staf untuk mengupayakan kemungkinan agar dapat bertemu dengan perwakilan PT. Medco E&P Malaka setelah agenda dialog dengan masyarakat lingkar tambang. Namun upaya tersebut tidak terealisasi dengan alasan bahwa jajaran dari manajemen perusahaan sedang melakukan rapat manajemen dan jawaban lain bahwa unsur manajemen sedang tidak dilokasi. Kami sangat memahami serta menghormati sikap dari PT. Medco yang disampaikan melalui petugas kemanan.
Namun dalam hal ini, penyampaian sikap manajemen PT. Medco melalui petugas kemanan kepada staf ahli saya yang memunculkan sedikit mis-komunikasi dalam menanggapi sikap dari manajemen PT. Medco E&P Malaka. Hal ini kemudian dipersepsikan sebagai bentuk kekecewaan saya, bahkan sikap menyalahkan dan memvonis operator CCP Blok A tersebut, sebagaimana yang kemudian diberitakan oleh salah satu media online. Menjelang kembali dari lokasi kunjungan, kami juga masih konsisten terhadap rencana melakukan pertemuan dengan manajemen PT Medco E&P Malaka melalui standar prosedur lazim dengan menyurati secara resmi.
Sedangkan terkait dengan langkah publikasi hasil temuan dan tindak lanjut menyurati pimpinan Komite II DPD RI guna di dorong untuk menjadi bahan kajian serta pembahasan secara mendalam, termasuk kemungkinan rapat kerja dengan Kementerian ESDM terkait masalah ini. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa hasil temuan dari kunjungan dimaksud sudah dapat menjadi dasar untuk dilakukan langkah tindak lanjut. (Romy/Rls)
Tag :
NEWS
