Kantor Utama PT AAF Dijarah

Radar Aceh Aceh Utara | Aksi penjarahan besar-besaran dan leluasa terhadap perangkat kantor utama PT Asean Aceh Fertilizer (AAF) Krueng Geukueh, Aceh Utara banyak yang menilai sangat menyedihkan.  Betapa tidak, kantor yang dulunya begitu megah indah kini telah kosong dalam kondisi parak poranda dan kumuh.

Belum diketahui berapa lama aksi ini sudah berlangsung hingga seluruh peralatan yang terdapat dalam kantor tersebut sudah raib semua. Tidak saja perangkat kantor, pintu dan jendela kantor juga sudah dibongkar panjarah. Terlihat  yang tinggal cuma beberapa lemari besar yang mungkin tidak terangkat.

Ketua Tim Suporting PT AAF, Ir Hendri Suheiry yang ditemui Radar Aceh di Guest House, Kompleks Perumahan AAF, Selasa (25/7) mengaku pihaknya sudah mengetahui tentang informasi penjarahan tersebut. "Namun mau bagaimana karena petugas yang ditempatkan untuk mengawasi sangat  terbatas cuma beberapa orang saja sementara areal kantor dan pabrik begitu luas", sebutnya.

Bahkan menurut Hendri penjarahan tidak saja dilakukan dimalam hari, siang hari juga bisa terjadi karena disekitar areal pabrik dan perkantoran sekarang sudah ditutupi hutan semak belukar. "Kita sudah usulkan dana ke PT PIM dan Pupuk Indonesia  untuk penambahan petugas dan pembersihan areal namun dana yang masuk kecil dan menurut dana, ada yang sudah kita bersihkan", ujar Hendri mengeluh.

Pantauan Radar Aceh kesejumlah perkantoran yang terdapat diareal pabrik seperti kantor Tarining, Otomotif Shop, Telkom dan Marketing  semua sudah hancur dan tinggal kerangka. Lebih menyedihkan di areal Otomotif Shop yang disana masih terdapat beberapa alat berat dan crene
yang sudah dalam kondisi dimakan karat.

Sementara dibelakang kantor utama kini sudah digali untuk dibuat tambak ikan juga terlihat ternak lembu berkeliaran.  

"Ya, sepertinya PT AAF sudah tidak ada yang urus lagi dan kalau terus dibiarkan bakal menjadi lokasi pemeliharaan ternak dan ikan. Kita juga khawatir terhadap areal yang sudah menjadi hutan semak belukar akan bersarang ular pathon", kata salah seorang warga yang tidak ingin disebut namanya, (UCR)

Tag : NEWS
Back To Top