Pedangang Pasar Inpres Tapaktuan, Keluhkan Kelangkaan Garam Tradisional

RADARACEH.COM | Tapaktuan Pedagang Pasar Inpres Kecamatan Tapaktuan,Keluhkan kelangkaan  pasokan garam tradisional.Pasalnya, Garam sebagai bahan komsumsi kebutuhan pokok masyarakat banyak,selama seminggu terakhir kelangkaan garam  membuat para pedagang dan masyarakat sulit untuk mendapatkannya. Sementara, penyebab kelangkaan pasokan garam tradisional belum di ketahui sebabnya.

Pairi Anas,Salah seorang pedagang pasar inpres Tapaktuan mengatakan,"Kami kesulitan mendapatkan pasokan  garam tradisional,Sebab kelangkaan garam selama satu minggu terakhir ini banyak masyarakat mengeluh.Juga pasokan garam dari mendan beberapa minggu ini tidak masuk,akibat kelangkaan kita juga tidak tau apa sebabnya garam bisa langka,"kata Pairi Annas,pada RadarAceh.com, Minggu (9/7/2017).

Bahkan peningkatan harga garam di pasar inpres juga meningakat,Garam pasokan dari mendan biasanya harag normal kita encer Rp 1000 ribu Per bungkus,dan meningkat Rp 2000 ribu perbungkus.Lain lagi kita jual per Pack biasanya harga normalnya Rp 10.000 ribu per Pack sekarang menjadi Rp 20.000 per Pack.

"Garam tradisional yang biasanya harag normalnya Rp 10.000 ribu  Per bambu  sekarang mencapai Rp 20.000 ribu Per bambu,"ucapnya.

Ironisnya,Kelangkaan dan kenaikan harga bukan hanya terjadi di garam saja,melainkan harag bawang merah dan bawang putih juga ikut naik.

Kenaikan harga bawang putih dan bawang merah kampung  semenjak bulan puasa kemaren hingga sekarang.Biasa nya harga normal bawang merah Rp 30 ribu per Kilogram meningakat Rp 40 ribu per kilogram.Sedangakan bawang putih harga normalnya Rp 40 ribu per kilogram meningkat Rp 60 ribu per kilogram.

Ia menambahkan,Kenaikan harga bahan tersebut di Sebabkan pedangang agak sulit mendapatkan bahan- bahan tersebut, karena kelangkaan barang-barang itu mengakibatkan kenaikan harga.

"Kami harap pemerintah daerah ikut campur tangan dalam hal kelangkaan dan kenaikan harga barang ini,agar kelangkaan dan kenaikan harga barang dapat terselesaikan. Supaya keseimbangan harga pokok di Aceh Selatan terjangkau oleh masayarakat, "pintanya,(YS). 

Tag : NEWS
Back To Top