Bireuen - Puluhan kepala Desa di wilayah Jeumpa kabupaten Bireuen.dipungli, hal tersebut dikakukan oleh oknum Camat, pasalnya hal tersebut menjadi alasan sebagai uang untuk seragam, dan sampai saat ini kedok yang dilakukan oknum Camat masih berjalan lancar.
Saat dikomfirmasi beberapa kepala Desa yang tidak ingin namanya di tulis, mengaku sangat kecewa dengan kelakuan dinas dan oknum Camat,"jelasnya.
Lanjutnya, saat menggelar rapat para kepala Desa diminta untuk dapat menyetor uang sebesar Rp.2 juta rupiah dengan alasan untuk seragam dinas kepala Desa,"ungkapnya lagi pada media Radaraceh.
Kelengkapan seragam kepala Desa yang dimaksud, baju, celana dan sepatu. Namun yang aneh ketika uang itu diserahkan kepada oknum pak Camat, tidak ada satu surat pun yang diberikan untuk tanda penerimaan uang dari kami,"jelas kepala Desa yang tidak ingin namanya di tulis.
Ia juga menyebutkan uang yang sudah di setor ke oknum Camat dan diserahkan kepada kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan kampung perempuan dan keluarga berencana.
Camat Jeumpa Taufik yang di konfirmasi media ini usai rapat di geudung DPRK Bireuen membenarkan kalau uang itu kita serahkan ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan kampung perempuan dan keluarga berencana.
Camat menjelaskan kalau uang yang dipungli dari kepala Desa sebagai persiapan untuk menyambut hari kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus. Dan ini semua sudah kita koordinasikan bersama Danramil maupun Babinsa setempat,"jelas Camat Taufik.
Tambahnya dari kecamatan Jeumpa ada sekitar 42 Desa dan ada beberapa Desa yang tidak ikut itu tidak apa-apa.Dan uang Rp. 2 juta itu sudah melengkapi semua Antribut,"kata Camat lagi kepada media ini.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Perempuan dan keluarga berencana Bob Mizwar, saat di konfirmasi melalui Handphone seluler pribadinya, Kamis 06/Juli/2017, membantah terkait pungli uang yang dilakukan oknum camat menyangkut seragam itu ke penjahit, jika mereka mau beli iya beli masing-masing tidak ada dari kantor kita,"sebutnya.
Lanjutnya, camat pun tidak menyetor ke kantor kita, mereka pun bisa milih sendiri tidak semuanya dari 609 Desa yang buat baju.Terkait untuk baju itu mereka jahit sendiri, lagi pula tidak ada urusan stor-stor sama kita untuk apa,"jelas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan kampung perempuan dan keluarga berencana Bob Mizwar kepada media Radaraceh, (M.Reza).
