RADAR ACEH | Jakarta -Komjen Pol. Drs. Putut Eko Bayuseno, SH, dinilai sangat tepat untuk memimpin jabatan Kapolri, sebab dibutuhkan rasa aman dan nyaman bagi seluruh rakyat Indonesia serta mejaga keutuhan NKRI.
Hal ini disampaikan, Ketua Kamtibmas Indonesia, Sutan Erwin Sihombing, SH, Minggu (16/7), sosok beliau sangat teruji dalam mewujudkan rasa aman dan nyaman di tengah-tengah masyarakat.
"Kita apresiasi, kinerja dari Jenderal Tito Karnavian, tentu kebutuhan keamanan dengan perkembangan zaman, dibutuhkan sosok pejabat Kapolri yang bisa memberikan nilai plus dalam menciptakan Kamtibmas di masyarakat," bebernya.
Sosok, Putut Eko Bayuseno, dinilai mampu menjadi Kapolri, kemudian menjawab tantangan keamanan masyarakat. "Namun ini semua tentu berpulang pada Presiden Joko Widodo (Jokowi), jika beliau melihat bisa bekerja sama dengan Komjen Putut Eko Bayuseno untuk mengakomodir kebutuhan keamanan di masyarakat," kata Sutan Erwin Sihombing.
Namun hasil pengamatan Kamtibas Indonesia, sambung Sutan Erwin Sihombing, kalau Komjen Putut Eko Bayuseno sangat layak diangkat jadi Kapolri.
"Kami putra/i bangsa yang siap menjadi garda terdepan untuk menjaga persatuan, mempertahankan NKRI dan melindungi Pancasila, melihat sosok Putut Eko Bayuseno mampu mejawab masalah keamanan yang terjadi akhir-akhir ini," sarannya.
Tambahnya, melihat heroiknya kondisi keamanan, akhir-akhir ini perlu pejabat Polri yang mampu menciptakan rasa aman di tengah-tengah rakyat. "Semoga dengan kehadiran Putut Eko Bayuseno dapat menciptakan situasi aman dan kondusifitas di seluruh wilayah NKRI," pungkasnya mengakhiri.
Dalam kepemimpinannya, Putut pun menerapkan budaya kepemimpinan yang berakar dari Budaya Jawa, budaya yang banyak tergambarkan dalam cerita-cerita pewayangan. Begitu pun dalam meniti kariernya, Putut selalu berpegang pada wejangan Jawa.
Meniti karir, katanya, ibarat orang memanjat pohon kelapa. Untuk memperoleh buahnya, naiknya harus step by step, hati-hati dan selalu tengadah ke atas.
Artinya, untuk memperoleh jabatan yang lebih tinggi, harus dimulai setapak demi setapak, bekerja keras, penuh kehati-hatian, dan selalu mohon restu Allah dalam menjalankan amanahnya. "Karena jabatan itu kan amanah," ujar Putut Eko pada wartawan.
Dikatakannya, tugas pokok Polri, yaitu memelihara kamtibmas. Memelihara kamtibmas bisa diganti dengan kata lain, mencegah terjadinya gangguan kamtibmas. Bagaimana cara mencegah terjadinya gangguan kamtibmas, bisa dilaksanakan melalui cara pre-emtif dan preventif.
Pre-emtif dilaksanakan melalui fungsi Bhayangkara Pembinaan dan Keamanan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas). Khusus untuk fungsi Binmas ini, Baharkam telah membuat berbagai kebijakan, juga terobosan-terobosan.
Di Indonesia ini kurang lebih ada 80.000 desa dan kelurahan sementara jumlah Bhabinkamtibmas baru ada 62.000, itu pun banyak bertugas, belum definitif, definitif diperkirakan baru 35.000 orang. [SR]
Tag :
NEWS
