Apakah anda salah satu konsumen setia makanan asal jepang yaitu sushi? Sushi termasuk salah satu makanan yang popular di dunia. Kelezatan dari makanan ini sudah tidak perlu diragukan lagi. Bahan-bahan yang diperlukan dalam pembuatan sushi adalah daging ikan mentah, nasi, nori atau rumput laut serta telur ikan yang mentah atau yang telah dimasak.
rumput laut ini berfungsi sebagai hiasan dibagian atas hidangan ini atau dapat digunakan sebagai penggulung. Lalu telur ikan ini berfungsi sebagai topping dari hidangan ini. Semakin terkenalnya sushi dan semakin banyak konsumen yang gemar mengonsumsi hidangan ini, maka semakin banyak kreasi-kreasi baru terhadap makanan ini yaitu dapat ditambahkan dengan mayonnaise serta goreng-gorengan pada hidangan ini agar konusmen tidak bosan-bosannya mengonsumsi hidangan ini.
Berdasarkan dari bahan-bahan penyusun dari hidangan ini dapat dikatakan bahwa makanan ini merupakan hidangan yang sehat. Apakah benar begitu?
Mari kita ulas dan bahas apa manfaat dan dampak negatif dari konsumsi hidangan ini!
Tidak hanya enak, sushi juga memiliki berbagai manfaat bagi tubuh. Keragaman jenis sushi yang semakin banyak juga membuat jumlah nutrisi yang terkandung dalam setiap gulungannya pun beraneka ragam.
Sushi yang memiliki topping ikan memiliki kandungan protein yang tinggi dan memiliki jumlah kalori yang rendah.
Sushi juga mengandung lemak jenuh serta kolestrol yang rendah sehingga dapat dijadikan sebagai makanan yang sehat. Salah satu bahan utama pembuatan sushi adalah daging ikan dan jenis ikan yang dipakai yakni ikan tuna atau ikan salmon yang kaya akan kandungan omega-3. Ikan yang masih mentah dan segar, masih memiliki kandungan omega-3 yang sangat tinggi, sehingga dapat bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol jahat, menyehatkan otak, dan mencegah hipertensi.
Selain pada salmon dan tuna, kandungan asam lemak omega-3 juga terkandung dalam ikan makarel dan herring. Rumput laut atau biasa disebut sebagai nori yang dikeringkan juga merupakan bahan utama yang perlu ada dalam hidangan sushi.
nori ini mengandung mineral yang kuat yaitu yodiumm, magnesium, kalsium, zat besi dan antioksidan fitonutrien dan asam folat. Mineral-mineral tersebut merupakan senyawa penting agar fungsi hormon bekerja dengan baik.
Selain kelebihan-kelebihan dari sushi yang baik bagi tubuh, terdapat bahaya-bahaya yang dapat disebabkan oleh sushi ke dalam tubuh manusia.
Bahaya yang dapat disebabkan sushi dalam tubuh manusia adalah kandungan natriumnya yang relative tinggi. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, kandungan nutrisi dalam sushi sebenarnya bergantung pada jenis sushi yang dikonsumsi.
Terdapat beberapa jeni sushi yang mengandung sodium dalam jumlah banyak. Normalnya, asupan garam adalah 2300 mg dalam satu hari atau seseorang diperbolehkan mengonsumsi garam sekitar sebanyak satu sendok the setiap harinya.
Namun bila mengonsumsi nigiri sushi yang berisi salmon, tuna atau udang, kandungan garamnya sebanyak 0,25 gram atau 250 mg sementara California roll mengandung kandungan 0,5 gram atau 500 mg.
Bila dalam satu kali datang ke rumah makan sushi, anda mengonsumsi empat California roll dan empat nigiri sushi maka dapat dikatakan bahwa anda sudah mengonsumsi natrium sebanyak setengah dari kebutuhan garam per hari. Lalu pada saat mengonsumsi sushi anda pasti menambahkan kecap asin atau shoyu yang pasti mengandung natrium juga.
Bila anda terlalu sering mengonsumsi makanan dengan pola makanan tersebut dapat menyebabkan anda berisiko terkena hipertensi.
Bahan utama yang digunakan untuk membuat sushi adalah nasi putih. Apakah anda pernah terfikir mengapa nasi yang ada pada hidangan ini terasa lebih enak dibandingkan dengan nasi yang dibuat dirumah.
Ternyata nasi putih yang ada dalam sushi umumnya sudah melalui berbagai pengolahan yang kemungkinan besar menyebabkan berkurangnya kadar vitamin, mineral dan seratnya.
Selain itu, nasi yang digunakan pada hidangan sushi ini mengandung satu sendok gula tambahan per satu cangkir nasi yang telah dicampur dengan cuka Jepang, gula, dan garam agar rasa nasi yang dihasilkan lebih nikmat.
Pada setiap satu gulungan sushi menggunakan nasi putih sebanyak satu cangkir di dalamnya. Jadi nasi di dalam satu gulung sushi saja sudah mengandung 240 kalori.
Oleh karena itu, mengonsumsi banyak gulungan sushi yang mengandung nasi dapat menyebabkan kenaikan kadar gula darah dalam tubuh.
Banyaknya kasus penyakit bawaan dari makanan dapat disebabkan akibat konsumsi makanan yang berbahaya seperti makanan yang terkontaminasi oleh toksin alami dan mengonsumsi makanan laut mentah, dan produk berbahan dasar daging yang mentah atau kurang matang juga termasuk salah satu penyebabnya.
Penyakit bawaan makanan atau foodborne illness adalah penyakit yang disebabkan oleh agen penyakit yang masuk ke dalam tubuh melalui konsumsi makanan yang terkontaminasi.
Penyakit bawaan makanan oleh mikroorganisme dapat berupa intoksifikasi, infeksi, ataupun toksikoinfeksi.
Ketiga hal ini samasama akan menyebabkan penurunan derajat kesehatan, umumnya akan menimbulkan gangguan pada saluran cerna.
Telah ditemukan beberapa bakteri dalam hidangan ini yaitu aerobic mesophilic bacteria, psycrophilic bacteria, specific spoilage organisms, dan Pseudomonas spp. Beberapa bakteri yang telah disebutkan tersebut merupakan bakteri yang berbahaya bagi kesehatan tubuh dan dapat menyebabkan berbagai jenis penyakit yang membahayakan tubuh (Muscolino, et al. 2014).
Selain adanya bakteri yang terkandung dalam hidangan ini, sushi dapat mengandung zat merkuri yang cukup tinggi di dalam daging ikan yang digunakan.
Tingginya kandungan merkuri ini dapat menyebabkan gangguan terhadap kesehatan seperti gangguan syaraf, buta dan tuli. Bagi wanita hamil yang gemar makan sushi dengan ikan tuna mentah agar dibatasi untuk mengkonsumsinya, sebab dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin.
Anjuran konsumsi ikan laut sebaiknya tidak lebih dari 150 gram per minggu. Oleh karenanya, batasi jumlah konsumsi sushi dengan ikan mentah, khususnya untuk wanita hamil (Burgera, et al. 2014).
Meskipun pada kenyataannya makan sushi memiliki beberapa risiko kesehatan karena kandungan di dalam bahannya, konsumen masih dapat menikmati sushi dengan cara yang lebih sehat! Berikut beberapa cara yang dapat saya anjurkan untuk dicoba:
Sashimi merupakan pilihan yang lebih sehat dan rendah kalori untuk makan sushi.
Tuna dan salmon mentah memiliki protein yang tinggi, asam lemak omega-3, vitamin juga mineral serta tidak mengalami proses pengolahan yang rumit. Sehingga gizinya masih asli.
Gunakan bahan pencelup sushi seperti shoyu, saus miso, dan bubuk cabai sedikit saja – hanya sebagai penguat rasa. Pasalnya, bahan tersebut bisa membuat asupan sodium berlebihan masuk ke dalam tubuh.
Hindari makan sushi yang memiliki topping mengandung banyak lemak dan kalori, seperti mayonaise, keju, tempura, dan bahkan sushi goreng. Apabila Anda benar-benar ingin makan sushi yang sehat, Anda harus menghindari topping ini.
Anda sebaiknya mencari restoran Jepang yang memiliki reputasi baik dan dikenal bersih dan juga sehat untuk makan sushi. Restoran yang bereputasi baik ini ialah restoran yang ikannya memenuhi standar keamanan makanan. Sehingga Anda bisa memastikan jika ikan yang Anda makan memiliki kualitas yang baik.
Sushi juga sebaiknya dijadikan makanan rekreasional saja, tidak untuk dimakan secara rutin. Batasi hanya sebulan atau seminggu sekali.
Sekian informasi-informasi yang dapat saya bagikan, selamat mencoba anjuran yang saya berikan! Terima kasih
Referensi
Burgera, Joanna, Michael Gochfeldb, Christian Jeitnera, Mark Donioa, and Taryn Pittfield. "Sushi consumption rates and mercury levels in sushi: ethnic and demographic differences in exposure." Journal of Risk Research, 2014: 981–997.
Muscolino, Daniele, Filippo Giarratana, Chiara Beninati, Agata Tornambene, Antonio Panebianco, and Graziella Ziino. "Hygienic-Sanitary Evaluation of Sushi and Sashimi Sold in Messina and Catania, Italy." Italian Journal Food Safety, 2014: 1-6.
Nomer Hp : 087859013096
