Jakarta | Konflik PT. Asdal dengan masyarakat yang berakhir dengan terlibat arogansinya aparat keamanan menangkap beberapa masyarakat bukan solusi menyelesaikan masalah yang ada.
Jika aparat keamanan hanya berpihak kepada perusahaan tanpa membuka ruang dialog dengan masyarakat apa yang sesunguhnya terjadi maka ini tidak ubahnya menutup ruang berdemokrasi, Minggu (13/08).
Kenapa aparat keamanan lebih melindungi korporasi serta asetnya yang menindas warga dari pada membela warga di sekitaran perusahan yang dirugikan ? Bebaskan rakyat kecil yang melawan dengan cangkul dan batu yang terus ditindas oleh perusahaan.
Menurut Senator Fachrul Razi konflik ini tidak ada selesai jika pemangku kepentingan terutama legislatif dan eksekutif di Aceh Selatan dan Kota Subulusalam saling melemparkan tanggung jawab. Kenapa rakyat dibiarkan terus berkonflik, sedangkan pemerintah diberikan legitimasi untuk menyelesaikan konflik ?
Diperlukan musyawarah dan mufakat semua pihak untuk menyelesaikan masalah konflik ini.
DPD RI akan terus melakukan pengawasan terhadap masalah ini. Jika pemda tidak dapat bersinergi dengan masyarakat maka akan adanya mosi tidak percaya kepada pemerintah (Rls)
