Aceh Utara --- Menyusul kedangkalan Kuala Bungkah di perbatasan kecamatan Dewantara dan Muara Batu, Aceh Utara yang menyebabkan ratusan nelayan tradisional dikawasan tersebut kesulitan melaut, sejak Rabu (20/9) Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib telah mengirim alat berat jenis backho exavator ke lokasi.
Salah seorang tokoh masyarakat Kemukiman Bungkah kecamatan Muara Batu bersama ketua pemuda dan panglima laot memperlihatkan alat berat tersebut yang akan menggali kuala yang tertimbun pasir.
Menurut Abu, kendati sudah beberapa kali dilakukan normalisasi namun kuala Bungkah kembali tertimbun pasir setiap pertukaran musim. Akibatnya nelayan tidak bebas keluar masuk kuala. "Nelayan bisa keluarkan boatnya ketika air pasang," sebutnya.
Selain itu lanjutnya, kedangkalan Kuala Bungkah juga mengakibatnya terjadi luapan air laut ketika musim hujan. Ketika musim hujan air tidak bisa mengalir ke laut. Sehingga beberapa gampong sekitarnya sering mengalami banjir. Seperti, gampong Bungkah, Ule Madon, Pinto Wie dan Lancang Barat kecamatan Dewantara.
Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib alias Cek Mad saat ditanyakan di sela sela acara memperingati Tahun Baru Islam di masjid Bujang Salem Krueng Geukueh,Rabu malam (20/9) mengatakan, sudah mengirim alat berat untuk pengerukan.Pengawalannya dilakukan bersama antara camat Dewantara dan Muara Batu.
Camat Dewantara, Amir Hamzah yang dikonfirmasi membenarkan telah menerima perintah bapak Bupati untuk mengawal proses pengerukan kuala Bungkah bersama camat Muara Batu. (Ucr)
