Diduga Premium Dioplos Jadi Pertalite di SPBU Blang Panyang

LHOKSEUMAWE --- Oknum petugas SPBU No 14.243.439 yang berada di kawasan Blang Panyang, Kota Lhokseumawe menyeludupkan ribuan liter premium yang dikuras melalui pompa bensin SPBU itu. BBM bersubsidi ini diduga jadi bahan baku untuk mengoplos BBM non Subsidi jenis Pertalite, agar memberikan keuntungan berlipat ganda kepada perusahaan mitra Pertamina, Minggu (17/09).

Sejak tiga bulan terakhir, premium langka di SPBU-SPBU yang berada di kawasan Lhokseumawe Sehingga, pengendara terpaksa pasrah saat ditawari pertalite yang harganya berbeda. Kasus menghilangnya BBM subsidi ini, dirasakan sangat memberatkan masyarakat selaku warga negara yang berhak atas subsidi BBM.

Pantauan Media ini, karyawan SPBU itu pada hari Kamis (14/9) sekitar pukul 21.20 Wib, terlihat sedang mengisi belasan jerigen premium dari pompa bensin. Lalu, diangkut pakai kereta sorong dan dibawa ke arah belakang kantor SPBU itu tanpa alasan yang jelas. Tampak dua gerobak sorong, saling bergantian mengisi dan membawa BBM subsidi itu ke belakang. Akifitas ilegal yang dilakukan tersebut, ditengarai berkaitan erat dengan kelangkaan premium selama ini.

Salah satu pelaku yang mengenakan baju kaos bertuliskan "PERTAMINA", tiba-tiba kabur begitu mengetahui aksinya difoto oleh wartawan. Bahkan, sejumlah sepeda motor yang ikut membawa jeringen langsung cabut, saat karyawan SPBU bernama Arif memberitahu ada yang merekam aksi pengambilan premium secara ilegal itu. Ketika ditanyai dibawa kemana premium yang diangkut tersebut, oknum pengisi BBM ini sontak kaget dan menjawab tidak tahu.

Kejadian culas oknum karyawan SPBU itu, diduga bertujuan untuk memanipulasi penjualan BBM Pertalite, dengan mengoplos premium untuk dijual kembali dengan harga lebih mahal Rp 1.050. per liter. Sehingga, hampir setiap saat BBM subsidi ini hilang dari SPBU, akibat ulah para pengusaha SPBU yang tamak dan ingin untung besar. Ironisnya, meski masyarakat menjerit karena premium langka namun pihak Pertamina terkesan tutup mata.

Berdasarkan penelusuran wartawan media ini di Lhokseumawe, Aceh Utara,dan Kabupaten Bireuen, seluruh SPBU mengalami kekosongan premium. Sejumlah petugas, saat ditanyai mengaku pasokan dari Pertamina Depot Lhokseumawe menurun drastis.

Menurut mereka, itu merupakan kebijakan pemerintah pusat mengurangi konsumsi BBM subsidi, serta mengalihkan pasokan ke BBM non subsidi. Namun, argumen irasional itu hanya jadi alasan semata demi menutupi kedok permainan para pengusaha SPBU seperti peristiwa di Blang Panyang.

Pemiilik SPBU No 14.243.439, H Darkasy yang dikonfirmasi koran ini mengaku dirinya tidak tahu persoalan itu. Kabag Humas Depo Pertamina Lhokseumawe, XXX yang dimintai tanggapannya terkait perstiwa itu, (AB,007)

Tag : NEWS
Back To Top