Aceh Utara --- Jalan elak yang dibangun dari kawasan Buket Rata, Kota Lhokseumawe ke Krueng Mane, Aceh Utara hingga sekarang belum difungsikan, Jalan sepanjang 32 Km itu, semula dibangun untuk mengurangi kepadatan lalu lintas melalui jalan negara jalur Proyek Vital Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.
H Abubakar Abbas, mantan Anggota DPRK Aceh Utara, Minggu (17/09) mengatakan, pembangunan jalan elak ini mulai dirintis sejak tahun 1989 semasa Bupati Aceh Utara dijabat, Ramli Ridwan. Dana ganti rugi tanah melalui bantuan Proyek Vital Mobil Oil, PT Arun, PT AAF dan PT PIM. Pembangunannya sempat tertunda karena konflik Aceh.
Proyek ini dimulai kembali sekitar tahun 2009 dengan anggaran APBN sebesar Rp.63 miliar dan selesai dikerjakan akhir 2016. Panjang ruas jalan sekitar 32 Km. Sementara lebar 11 meter. Sekarang sudah bisa dilintasi berbagai jenis kenderaan seperti bus, interkuler bahkan truk-truk berbadan lebar
Dijelaskan, tujuan dan sasaran dari pembukaan jalan elak, sebagai jalan alternatif untuk mengurangi kemacetan lalu lintas yang selama ini terjadi di lintas proyek vital, seperti PT Arun, PT PIM, dan PT KKA.
Sebagaimana rencana semula setelah ruas jalan elak dari Buket Rata ke Krueng Mane rampung dikerjakan, bus bus jarak jauh, interkuler dan truk berbadan lebar lainnya yang selama ini melintas rute Lhokseumawe-Bireuen, bisa diarahkan ke ruas jalan itu. "Jalan baru ini lebih aman, nyaman bagi semua jenis kenderaan truk karena banyak jalan lurus, dan tidak sepadat jalan nasional yang ada saat ini," kata H Abubakar Abbas.
Namun hingga sekarang, Pemkab Aceh Utara sepertinya belum berminat untuk mengalihkan dan mengfungsikan jalan elak tersebut. "Kenyataan yang terlihat demikian',sebutnya. (Ucr)
