PAKAR Bireuen Desak Pemkab Bireuen Tindaklanjuti Soal Beredar Obat Kadaluarsa

RADAR ACEH | Bireuen - Menyikapi masih seringnya beredarnya obat kadaluarsa dan obat langka di apotiker pada Pukesmas di lingkup Pemerintah Bireuen. Dewan Pimpinan Wilayah Pusat Analisis Dan Kajian Advokasi Rakyat Aceh (PAKAR) DPW Bireuen M Iqbal S.Sos kepada awak media saat diminta tanggapannya, Jum'at (15/9/2017).

Iqbal sangat menyesali, ditengah masyarakat dengan temuan obat kadarluarsa Dan juga hasil temuan kita dilapangan ,sering melihat beredarnya obat Exspayerd Dan stok obat sering dibutuhkan oleh masyarakat  berobat sering kosong dengan tidak tersedia atau menepis.
 
Dengan ini fakta yang demikian kita desak kepada Pemkab Bireuen melalui Kadis Dinkes Bireuen ,supaya sering mengontrol soal stok obat di bagian perencanaan Pokja Farmasi, begitu juga kita minta pihak Rekanan Pengadaan obat jangan pernah main main soal obat, karena berbicara keselamatan manusia sangat sensitif yang berimbas image negatif pada sistem pelayanan kesehatan,dokter,fasilitas dan stok obat dengan memenuhi standar yang wajib disediakan. Bila perlu menurut saya, segera Evaluasi secara menyeluruh di jajaran bawahannya pada disetiap unit kerja kesehatan Pemda Bireuen dibawah tanggungjawab Dinkes.

Sebelum masalah yang sangat urgent tersebut memakan korban di sektor pelayanan kesehatan Pemda Bireuen, sehingga akan memperburuk citra pelayanan kesehatan dari pengamatan publik di Bireuen.

"Kita mendorong Pemkab Bireuen,melalui KadisKes segera  membenahi pola manejemen dibagian Perencanaan kebutuhan pengadaan obat (Farmasi) dan Pokja/yang Expert jangan lagi beredar untuk dikasih kepada masyarakat yang berobat pada fasilitas kesehatan pemerintah, "terangnya

"Kita minta segera diperiksa petugas kesehatan yang tidak becus bekerja Sesuai SOP ,dengan dicari suatu solusi sebagai upaya pencegahan, bila mana stok obat menipis bisa dicari alternatif atau penanganan demi pelayanan kesehatan secara manusiawi sesuai Peraturan Permenkes. Pasal 1 Ayat (1) dan Pasal 2 No.63 Tahun 2014 Tentang Pengadaan Obat Berdasarkan Elektronik Katalog (E Katalog), "tambah Iqbal.

Bukan dengan begini cara kerjanya dalam menyahuti hajad hidup masyarakat yang membutuhkan pelayanan prima kesehatan terhadap masyarakat yang membutuhkan pertolongan secara medis dikasih obat Expired, setidaknya jangan sampai pasien yang sekarat semestinya diselamatkan,bukan semakin sekarat sesuai petunjuk dokter dengan kesediaan stok obat yang memadai,sedangkan stok obatnya habis dan tinggal obat experid. 

Selanjutnya, "Bagaimana dokter bisa berusaha mengasih resep obat buat pasien yang berobat,sedangkan stok obat  di Puskesmas sudah kadaluarsa? Hal ini disebabkan stok obat Gudang Farmasi Dinkes Bireuen sering langka dan kosong. Sehingga tanpa teliti petugas kesehatan di apoteker membagikan obat yang tidak layak lagi dikonsumsi. "Tanya Iqbal aktivis Alumni Fisipol Al Muslim".

Menurut hasil analisisnya, soal beredarnya obat yang kadaluarsa ditengah masyarakat, akibat obat yang dibutuhkan oleh masyarakat sering langka pada unit kerja kesehatan pemerintah.

"Sebenarnya Kasus ini bukan hal yang baru terjadi di Bireuen,tapi sudah lama dibiarkan masalah ini tidak diselesaikan secara baik dan benar melalui pembenahan manajemen di Farmasi dan Pokja/ULP obat. Sehingga publik di Bireuen tidak menaruh curiga ada suatu indikasi permainan dalam E-Katalog obat di Dinkes Bireuen. "Tutup Iqbal Ketua PAKAR Bireuen. (faZ/Rils)
Tag : NEWS
Back To Top