LHOKSEUMAWE --- Oknum petugas SPBU No 14.243.439 yang berada di kawasan Blang Panyang, Kota Lhokseumawe diduga menyeludupkan ribuan liter premium yang dikuras melalui pompa bensin SPBU tersebut.
BBM bersubsidi ini diduga jadi bahan baku untuk mengoplos BBM non Subsidi jenis Pertalite, agar memberikan keuntungan berlipat ganda kepada perusahaan mitra Pertamina.
Sejak tiga bulan terakhir, BBM jenis premium langka di SPBU-SPBU yang berada di kawasan Lhokseumawe dan Aceh Utara.
Sehingga, pengendara terpaksa pasrah saat ditawari pertalite yang harganya berbeda. Kasus menghilangnya BBM subsidi ini, sangat dirasakan dan jelas memberatkan masyarakat selaku warga negara yang berhak atas subsidi BBM.
Amatan wartawan media ini di lokasi karyawan SPBU pada hari Kamis (14/9) sekitar pukul 21:20 Wib, terlihat sedang mengisi belasan jerigen jenis premium dari pompa bensin.
Selanjutnya diangkut menggunakan kereta sorong dan dibawa ke arah belakang kantor SPBU itu tanpa ada alasan yang jelas.
Tampak dua gerobak sorong, saling bergantian mengisi dan membawa BBM subsidi tersebut ke belakang. Akifitas ilegal yang dilakukan tersebut, ditengarai berkaitan erat dengan kelangkaan premium selama ini.
Salah satu pelaku yang mengenakan baju kaos bertuliskan PERTAMINA tiba-tiba kabur begitu mengetahui aksinya difoto oleh wartawan.
Bahkan, sejumlah sepeda motor yang ikut membawa jeringen langsung tancap, saat karyawan SPBU bernama Arif memberitahu ada yang merekam aksi pengambilan premium secara ilegal tersebut. Saat ditanyai dibawa kemana premium yang diangkut tersebut, oknum pengisi BBM ini sontak kaget dan menjawab tidak tahu.
Kejadian culas oknum karyawan SPBU itu, diduga bertujuan untuk memanipulasi penjualan BBM Pertalite, dengan mengoplos premium untuk dijual kembali dengan harga yang lebih mahal.Sehingga, hampir setiap saat BBM subsidi ini hilang dari SPBU, akibat ulah para pengusaha SPBU yang tamak dan menginginkan untung besar. Ironisnya, meski masyarakat menjerit karena premium langka namun pihak Pertamina terkesan tutup mata.
Berdasarkan penelusuran wartawan media ini di Aceh Utara dan kota Lhokseumawe seluruh SPBU mengalami kekosongan BBM jenis premium. Sejumlah petugas, saat ditanyai mengakui pasokan dari Pertamina Depot Lhokseumawe menurun drastis.
Menurut mereka, itu merupakan kebijakan pemerintah pusat yang mengurangi konsumsi BBM subsidi, serta mengalihkan pasokan ke BBM non subsidi.
Namun, argumen irasional itu hanya jadi alasan semata demi menutupi kedok permainan para pengusaha SPBU seperti peristiwa di Blang Panyang.
Pemiilik SPBU No 14.243.439, H Darkasy yang dikonfirmasi via seluler mengaku sedang berada di Kota Medan. Dia membantah pihaknya menjual pertalite oplosan dari bahan baku premium, Jum,at (15/09).
Namun, terkait temuan wartawan media ini yang melihat langsung aksi penimbunan BBM bersubsidi tersebut, menurutnya itu dijual kepada pengecer kios dari berbagai pelosok desa yang ada di kawasan Kota Lhokseumawe.
Lanjunya mustahil kami mengoplos pertalite, karena setiap pagi dilakukan pengecekan oleh pihak Pertamina," sangkal Darkasy.
Darkasy juga menuturkan, sejak beberapa bulan terakhir memang ada pengurangan kuota BBM jenis premium hingga 25 %. Hal ini karena kebijakan pemerintah pusat untuk meningkatkan penjualan BBM non subsidi, sehingga masyarakat terbiasa mengkonsumsi Pertalite dan Pertamax.
Terkait premium ditimbun ke belakang bangunan gedung SPBU itu, dia mengaku kemungkinan karena pembeli takut ketahuan polisi, sehingga disembunyikan di belakang SPBU,"paparnya lagi.
Darkasy menambahkan, SPBU milikya di kawasan Blang Panyang premium jarang kosong, karena dekat dengan Pertamina Depot Lhokseumawe, sehingga suplai lancar,"jelasnya.
Kepala Pertamina Depot Lhokseumawe, Suarno yang dikonfirmasi via selulenya terkait perstiwa tersebut belum dapat dihubungi karena seluler pribadinya tidak aktif. Menurut sumber internal dari Pertamina, Suarno sedang dinas ke luar kota. (Ab,007).
