Investasi Pertanian Juga Harus Berkembang Dalam Rencana KEK Arun

Aceh Utara --- Peluang investasi untuk sektor pertanian di Aceh Utara masih cukup besar. Diantara beberapa Indikator terhadap peluang tersebut bisa dilihat misalnya ketersediaan  sumberdaya alam (lahan,air dan  iklim) dan  sumberdaya  manusia  juga lebih. 

Hal ini dijelaskan Sofyan Hanafiah, Anggota DPRK Aceh Utara kepada Media ini di Dewantara, Sabtu (21/10).

Dijelaskan, Investasi  yang  berbasis sumberdaya alam mempunyai pijakan kaki yang kuat karena didukung oleh bahan baku yang tersedia secara lokal.  Investasi  demikian  tidak  akan  mudah untuk berpindah  ke  daerah  lain karena bukan tipe investasi  yang bersifat footloose

Selain itu lanjutnya,permintaan  hasil pertanian baik domestik maupun ekspor terhadap produk   pertanian yang dihasilkan Aceh Utara  dan Aceh pada umumnya akan terus meningkat. Karena daerah ini  merupakan produsen  utama beberapa komoditas  pertanian yang dibutuhkan, utamanya minyak sawit, karet,, kopi, lada dan pala.

Menurut Sofyan Hanafiah,  Pemerintah kabupaten Aceh Utara  memang telah bertekad untuk  mengembangkan sektor pertanian menjadi lebih maju dan berkembang. 

Dalam mengembangkan sektor pertanian di Aceh Utara ya, tentu melalui proses transformasi  input  menjadi output pertanian atau kegiatan budidaya untuk  menghasilkan produk primer   pertanian.Artinya produk pertanian  yang belum mengalami proses  transformasi fisik atau kimiawi,  yaitu produk produk alami yang segar atau fresh.

Kaitan terhadap Investasi ada yang disebut investasi publik  dan  investasi usaha. Investasi publik menjadi tanggungjawab pemerintah, yaitu infrastruktur dalam mendukung investasi usaha pertanian, antara lain pembangunan jaringan irigasi, jalan dan pembangunan pasar yang akan menampung hasil pertanian. Dan yang lebih penting lagi industri pengolahan seperti PKS (pengolahan kelapa saqit).

Sementara, investasi usaha  pertanian dilakukan oleh pelaku  usaha, baik perusahaan asing maupun dalam negeri.  

Terhadap sumberdaya manusia, menurut Sofyan lebih dari cukup bahkan upahnyapun  tidak terlalu  tinggi. Namun yang perlu diingat  para  tenaga kerja harus kondusif  dalam arti tidak sering melakukan  demonstrasi dan protes. Demikian  pula kondisi keamanan umum  yang  baik dan terjamin sebagai syarat jaminan investasi.

Untuk diketahui lanjutnya, meningkatnya  investasi  akan  meningkat pula  kegiatan  produksi  pertanian  secara  langsung,  yang  selanjutnya  akan  mempunyai  dampak  ekonomi  dan  sosial.  Dampak  ekonomi yang diharapkan adalah meningkatnya produksi berbagai komoditas pertanian dan  makin  kokohnya  ketahanan  pangan  nasional,  serta  makin  tingginya  pendapatan  para pelaku usaha termasuk petani juga PAD (Pendapatan Asli Daerah) 

Sementara  dampak   sosial  adalah   makin   tingginya   penyerapan   tenaga   kerja dan menurunnya masyarakat miskin baik di kota mapun perdesaan. Namun yang perlu diingat pula  adalah  inovasi  teknologi   pertanian  dan peningkatan  kompetensi  SDM bagi  meningkatkan  produktivitas  pertanian.  Demikian Sofyan Hanafiah.(UCR)

Tag : NEWS
Back To Top