RADAR ACEH | Aceh Utara- Pejalan Kaki Aprianto memasuki Kabupaten Aceh Utara, Ia langsung dijamu oleh Kesatuan Malikussaleh Shooting Club (MSC) dan Paskhas Lhokseumawe, Kamis: 09/11/2017 malam
Acara jamuan makan malam dan senda gurau yang beberapa hari telah dipersiapkan ini diadakan di Asrama Kiban B Yonku 469 Paskhas Lhokseumawe.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, ia sempat singgah di Bireuen beberapa hari lalu,
(baca:)http://ift.tt/2iIUt0f.
Aprianto yang berasal dari Lampung menempuh jalan kaki dari Sabang sampai Marauke yang kiranya akan menghabiskan waktu selama 2,5 tahun.
Dalam sela sela jamuan makan malam tersebut, Radar Aceh mencoba mewawancari Aprianto tentang misinya yang terbilang nekat itu.
Sang pejalan kaki dari Sabang sampai Marauke ini mengatakan "tujuannya hanya untuk menjalin silaturahmi dengan warga dari berbagai suku yang ada di Indonesia selama perjalanan yang dia lintasi" jelas pria 35 tahun itu.
Setiap warga yang ada dilintasan yang dilaluinya, selalu diajak untuk minum, makan, "ya saya sangat bersyukur makin bertambah saudara khususnya di wilayah Barat Indonesia ini, Aceh yang kita cintai. Kalau ditanya tentang adanya misi sih enggak, karena setiap jumpa sama pos Koramil dan Pos Polisi selalu saya lapor dan buat laporan, jadi buat apa ada misi lain, heheheheeh, celetuknya sambil ketawa.
Ketika di singgung masalah misi Rekor Muri, dengan tegas Aprianto menjelaskan, "itu bukan tujuan utama, namun silaturahmi adalah tujuan dasar saya" tegas pria asal Lampung itu.
Dalam acara pelepasan kembali keberangkatan Aprianto, Jum'at (10/11), Danki Kipan B Yonku 469 Paskhas TNI AU, Kapten Soenarko yang juga merupakan Ketua Umum Malikussaleh Shooting Club (MSC) Krueng Mane memberikan apresiasi penuh kepada pria Pejalan Kaki tersebut.
"Saya pribadi dan juga Korps Paskhas serta MSC sangat terharu dalam melihat aksi saudara Aprianto, misi yang sulit kita jalankan, tapi ia nekat dan tegar dalam menjalankan misi ini sampai 2,5 tahun lama nya" tutup Soenarko. (FA)
[Editor: SR]
Tag :
NEWS
