ACEH --- Langka nya Bahan Bakar Minyak ( BBM ) jenis premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum ( SBPU ) dan gas LPG 3 kg di pangkalan menjadi tanda tanya bagi masyarakat, padahal premium dan gas tersebut merupakan subsidi yang di berikan pemerintah untuk masyarakat menengah ke bawah, Kamis (28/12).
Ironisnya lagi premium dan gas LPG 3 kg tersebut sangat mudah di temui di kios - kios dan tempat pengecer yang harganya tidak sama lagi dengan harga nasional yang di terapkan oleh pemerintah, malah harganya bisa menjadi dua kali lipat.
Untuk menyikapi hal ini Razjis Fadli Ketua BEM Hukum Unimal mengajak pihak PT Pertamina ( persero ) Lhokseumawe untuk beraudiensi dengan mereka, namun sampai saat ini ajakan tersebut tidak di tanggapi oleh pihak pertamina dengan alasan sales retail yang mempunyai kewenangan sedang tidak ada di tempat.
"Dengan demikian kita menganggap pertamina tidak proaktif menanggapi hal ini, kita khawatirkan ada permainan antara pertamina dengan pihak lain, kalau memang tidak ada permainan otomatis mereka antusias menanggapi ajakan kami untuk audiensi," katanya.
Ia juga mengatakan bahwa niat untuk melakukan audiensi dengan pertamina bermula karena temuan bahwa pihak SPBU selalu menjual BMM jenis premium kepada pedagang ber jerigen pada tengah malam dan juga kasus penangkapan pelaku penjual gas LPG 3 kg curang oleh Polres Lhokseumawe.
"Pertamina banyak kecolongan dalam hal pengawasan. Kita tau bahwa Premium itu BBM bersubsidi. Seharusnya pertamina mengawasi dengan ketat agar pihak SPBU tidak menjual Premium kepada penadah yang menggunakan jerigen, nanti mereka menjual di kios kios dengan harga 500 atau 1000 lebih mahal daripada harga nasional, yang rugi siapa ? Kan masyarakat juga".
Dalam hal ini Razjis meminta kepada Pertamina untuk segera menyikapi permintaan audiensi dari mahasiswa supaya bisa mencari solusi atas permasalahan tersebut, jika pertamina tidak menggubris dan kecurangan masih terjadi maka mahasiswa akan melakukan demonstrasi.
"Kami harap PT. Pertamina ( persero ) Lhokseumawe untuk pro aktif terhadap isu ini, jika permasalahan ini tidak ada solusinya dan masih terus berlanjut, kami mahasiswa akan melakukan demonstrasi," tutupnya (R)
Tag :
NEWS
