SAWANG --- Sejumlah Sawah dibeberapa desa di Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara mengalami gagal panen akibat dampak dari kekeringan yang melanda desa mereka.
Menurut pantauan radar aceh bersama personil dari kepolisian Polsek Sawang dibeberapa desa dikecamatan tersebut yang diantaranya Cot Lambideng, Lhok Krek, Abeuk Reuling, Ulee geudong, Tanjong Keumala dan Paya Gaboh, kekeringan lahan sawah petani tersebut disebabkan tidak adanya hujan karena sawah tadah hujan dibeberapa desa tersebut menggunakan sistem pompanisasi.
Luas area yang gagal panen antara lain Desa Lhok Krek 30 Ha, Cot Lambideng 20 Ha, Abeuk Reuling 20 Ha, Tanjong Keumala 15 Ha. Sedangkan Cot Keumuneng, Paya Gaboh dan Ulee Geudong masing masing 10 Ha.
Dari beberapa desa itu, dampak kekeringan yang paling parah terdapat di Desa Lhok Krek Dan Cot Lambideng karena tanah disawah tersebut sangat kering Dan bahkan ada beberapa petani sudah memotong padi sekitar Umur 60 Hari yang hanya bisa dijadikan umpan Ternak sapi Dan kerbau mereka.
Geuchik Cot Lambideng, Marsyuddin (47) kepada radar aceh menyebutkan bahwa hal ini sudah sering kami alami mengingat sawah tadah hujan ini hanya ketergantungan dari Air Hujan semata.
Ada beberapa unit Sumur Bor yang kami gali, namun karena tidak adanya air hujan, maka sumber air tanah pun kosong,"jelas Geuchik Din.
Tambah Geuchik Din, selain sumber air dari sumur bor, aliran air juga dari bendungan Babah Buloh, namun karena faktor saluran pembawa yang kecil dan belum betonisasi, maka air sulit untuk mencapai desa kami yang berjarak 1 km dari Babah Buloh.
Ini sudah lama dibiarkan, padahal itu merupakan satu satunya sumber air yang mengaliri sawah didesa kami.
Disini kami meminta kepada pemerintah agar bisa secepatnya menangani masalah yang terjadi di desa kami dan kalau bisa dari dinas pertanian dan pengairan segera turun langsung ke wilayah kami untuk observasi, apa permasalahan sebenarnya yang terjadi,"tutupnya. (Fir)
Tag :
NEWS

