Mahasiswi Yang Terlibat PSK Online Mencoreng Identitas Aceh Sebagai Serambi Mekkah

LHOKSEUMAWE --- Maraknya mahasiswi yang tersandung dengan pekerja seks komersial (PSK) yang mempromosikan dirinya secara online di Serambi Mekkah membuat Syariat Islam Qanun nomor 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat belum berjalan secara maksimal di Nanggroe Aceh Darussalam.

Hal ini membuat sejumlah Akademisi kecewa terhadap terlibatnya mahasiswi dengan pekerja seks komersial (PSK), prilaku tersebut membuat nama baik instansi pendidikan maupun daerah tercoreng di mata dunia. Dengan ditemunya tujuh psk tersebut di Banda Aceh Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe, Dr. Yuliza, S.Ag., M.Si mengatakan pada wartawan Radaraceh.com, Senin (26/3) diruang kerjanya mengaku sangat kecewa dengan kejadian yang melibat mahasiswi di Aceh dengan pekerja seks komersial dan prilaku tersebut bisa mempengaruhi nama baik Nanggroe Aceh Darussalam.

"Dengan terjadinya peristiwa ini semua pihak harus mengambil sikap dan peduli dalam kasus ini baik masyarakat dan pemerintah".

Kami mengharapkan kepada pemerintahan Aceh harus serius betul dalam mengenai kasus tersebut dan serius dalam menjalankan Syariat Islam di Serambi Mekkah, jangan melaksanakan sebagai cover depan saja. Peraturan yang dibuat jangan tumpul keatas tapi tajam kebawah artinya polisi syariat islam jangan terlalu sibuk atau terlarut dalam  mengurus kasus perempuan yang berpakaian ketat dan tidak memakaikan jelbab secara islami di jalan raya, namun polisi syariat islam lupa mengontrol hotel-hotel yang berdiri tanpa izin dari pemerintah.

Lanjutnya, Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe, Dr. Yuliza, S.Ag., M.Si mengatakan, untuk menghindari akan terlibatnya mahasiswi dengan perbuatan haram tersebut kita harus memperbanyakkan kegiatan yang islami seperti memberikan pemahaman tentang Agama sehingga tidak mudah terpengaruh dengan lingkungannya, karena sudah ada banteng mengatasi hal tersebut.

Harapnya pemerintah Aceh harus tegas dalam menjalankan Syariat Islam  di Aceh dan mengawasi hotel-hotel yang tidak memiliki ijin, apabila polisi syariat Islam tidak difungsikan secara maksimal mungkin maka pelaksana syariat islam tidak akan berjalan, "namun saya yakin apabila polisi syariat islam di fungsikan secara maksimal Insyaallah syariat Islam akan berjalan secara kaffah di serambi mekkah". Tutupnya. (SMS)
Tag : NEWS
Back To Top