RADAR ACEH | Bireuen -- Enam jam setelah kejadian pembacokan terhadap Firda Maisura (18) warga Cot Buket, Peusangan, Bireuen yang terjadi Senin malam (28/5/2018). Akhirnya dengan cepat berhasil menangkap pelaku bernama Aulia asal pante gajah
oleh Jajaran Satreskrim Polres Bireuen dipimpin Kasat Reskrim Iptu Riski Adrian S.IK.
Kasat Reskrim Polres Bireuen Iptu Riski Andrian SIK mengatakan, pelaku telah kita tangkap dan mengakui perbuatannya.
Menurut Riski, aksi kejinya itu dilakukan di rumah orang tua pelaku. Dia menggunakan sebilah parang untuk menghantam Firda.
Setelah membacok Firda, pelaku lantas membawanya menggunakan sepeda motor Honda Beat milik korban ke Bendungan PP, Gampong Beunyot, Kecamatan Juli, Bireuen, dan meninggalkannya di sana.
Sampai akhirnya korban berjalan sejauh 100 meter dan bertemu dua orang warga untuk meminta pertolongan. Firda pun langsung dibawa ke puskesmas, dan kemudian dirujuk ke rumah sakit.
Riski mengatakan, pelaku sempat ingin mengelabui petugas dengan datang ke rumah sakit untuk menjenguk Firda. Bahkan dia lah yang pertama datang ke rumah sakit.
"Awalnya pelaku tidak mengakui, tapi polisi terus melakukan penyelidikan yang mendalam," Ujar Kasat.
Riski Andrian S.IK yang memimpin langsung pengungkapan terhadap pelaku kasus pembacokan tersebut. akhirnya petugas juga menemukan sepeda motor korban terparkir di depan MAN Peusangan.
Sepeda motor itu juga diselimuti dengan darah, dan diprediksi ditinggalkan karna kehabisan bahan bakar.
"Selanjutnya tim identifikasi mengambil sidik jari yang terdapat di sepeda motor dan melakukan perbandingan dengan sidik jari saudara Aulia," kata Riski.
"Dari hasil perbandingan sidik jari selanjutnya dilakukan introgasi kembali secara mendalam dan pada saat diintrogsi, dibelakang daun telinga sebelah kanan dan jari tangan aulia serta baju koko yang dipakainya ditemukan bercak darah."
Tapi pelaku belum mengakui perbuatannya. Sampai akhirnya petugas melakukan penggeledahan di rumah orang tua pelaku. Petugas menemukan sebilah parang yang berbercak darah, sarung berbercak darah, jaket yang terkena darah, celana panjang terkena darah, dan handphone korban yang juga berbercak darah.
"Akhirnya pelaku mengakui perbuatannya," kata Riski.
Adapun motif pelaku, kata Riski, diduga karena sakit hati. "Diduga korban selingkuh, dan korban juga meminta tanggungjawab untuk dinikahi karena pengakuan korban dia hamil," kata Riski. (Fau)
Tag :
NEWS

