Pemilihan Geuchik Gampong Tanoh Anoe Disinyalir Sarat Masalah dan Cacat Hukum

RADAR ACEH | Aceh Utara- Pemilihan Geuchik Gampong Tanoh Anoe Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Kamis (3/5/2017) disinyalir sarat masalah dan cacat hukum.

Hal ini dikatakan anggota Panitia Pemilihan Geuchik (P2G), Cut Djusniar saat dijumpai media ini di rumahnya.

Cut menjelaskan ada empat anggota P2G yang tidak mendatangani berkas penetapan calon, lantaran salah satu calon atas nama Amiruddin Ismail tidak memenuhi syarat administrasi.

Ketika Amiruddin mendaftar ke pihak P2G, dia hanya melampirkan Surat Keterangan Pengganti Ijazah bukan Ijazah. Namun kami melihat ada kejanggalan terjadi yaitu di surat keterangan itu tidak dilampirkan nomor ijazah, nomor induk, nilai STTB dan nomor seri.

Sedangkan syarat calon geuchik menurut Qanun nomor 4 tahun 2009 Bab VI pasal 13  disebutkan berpendidikan paling rendah Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) atau yang sederajat dibuktikan dengan STTB. Disana jelas disebutkan di buktikan dgn Ijazah, tidak dengan surat keterangan pengganti ijazah.

Kemudian calon satunya lagi mengirim surat sanggahan terkait keraguan surat keterangan pengganti Izajah ke SMP Negeri 1 Muara Batu selaku yang mengeluarkan surat tersebut.

Cut menambahkan sebelum ada balasan dan surat sanggahan itu dibalas kita meminta pemilihan geuchik di tunda, namun permintaan ini tidak di gubriskan oleh Ketua P2G hingga dia tetap melanjutkan pemilihan.

Sebelumnya, Cut menyatakan dia dan tiga anggota P2G tidak menandatangani berkas penetapan saudara Amirruddin dari Bacalon ke Calon karena tidak sesuai aturan dan merugikan sebelah pihak.

"Anehnya lagi, tanpa ada koordinasi dengan pihak P2G lainnya, Amiruddin ditetapkan sebagai calon,' jelasnya.

Namun Ketua P2G Rusli Idris meminta kami untuk mendatangani berkas itu, lalu saya tetap komitmen tidak akan mendatangani berkas itu sebelum ada kejelasan dari surat sanggah tersebut.

Lanjutnya, "ketika kami meminta dan ingin melihat Surat Keterangan Pengganti Ijazah saudara Amiruddin mereka tidak mau memberikannya". [FA/Rls]
Tag : NEWS
Back To Top