Ramadhan bulan nikmah, rahmah dan maghfirah yang merupakan bulan penuh ampunan bagi ummat yang beriman. Dimana, pada bulan Ramadhan, Allah memberi peluang besar bagi ummat Islam untuk memperbanyak amal melalui berbagai ibadah sunnat.
Tarawih, Sedeqah dan Tadarus telah menjadi tradisi ummat Islam di setiap malam dibulan Raamadhan, di tempat-tempat ibadah tidak pernah sepi. Seperti Menasah, Surau, Mushalla dan Mesjid-Mesjid. Senantiasa ramai dipenuhi masyarakat sekitar untuk melaksanakan Shalat Tarawih berjamaah. Kemudian diteruskan dengan tadarus oleh masyarakat, pemuda dan para santri sampai menjelang Shubuh.
Namun, untuk mendapat hikmah Ramadhan tersebut tidaklah cukup dengan puasa, tarawih dan tadarus. Namun Allah lebih menuntut pada makna sebuah Puasa. Untuk apa sebenarnya kita disuruh berpuasa?
Puasa itu menahan diri untuk tidak makan minum mulai Shubuh (imsak) sampai memasuki waktu maghrib. Dalam waktu 14 jam kita tidak makan dan minum, akan terasa tubuh kita lemah, letih, lesu dan loyo, bahkan lemas sekali.
Disaat badan kita merasakan lemas karena tidak makan, maka timbullah rasa sosialitas kita terhadap sesama ummat. Tersirat dihati rasa iba, kasih sayang dan persaudaraan. Rasa sepenanggungan terhadap saudara kita ummat Islam lainnya yang menderita kelaparan berhari-hari. Bahkan berbulan-bulan. Rasa senasib inilah yang membuat kita untuk tidak takut membuka dompet, membagi-.bagi sebahagian harta kita untuk menolong fakir miskin yang membutuhkannya.
Kita makan saur dan berbuka puasa dengan berbagai menu makanan dan minuman yang lezat. Namun para anak yatim, fakir dan simiskin disebelah kita membuka puasa dengan seteguk air putih, mungkin dengan sepotong kue, atau bahkan tidak ada sama sekali.
Cucuran air mata sang ibu janda yang melihat anaknya menangis minta kue atau makanan seperti yang dijinjingkan oleh tetangga sebelah. Tetangg kaya tapi kikir dan pelit, telah membuat remuk redam hati si janda miskin yang hidup tanpa belas kasihan.
Disinilah, Allah SWT menuntut kita untuk menemukan apa hikmah dari puasa itu. Bukan sekedar menahan diri dari makan minum dan hawa nafsu, juga ditambah ibadah tarawih dan doa. Tapi Allah ingin membuka mata hati ummat NYA yang punya harta untuk bisa bersifat sosial dan mau membantu saudaranya sesama muslim yamg membutuhkan. Berbagilah sedikit hartamu untuk fakir miskin, sebab mereka telah cukup lama berpuasa, mungkin seminggu, sebulan bahkan lebih, tapi mereka tetap sabar.
Sedangkan kita, baru satu hari, sudah terasa lemah dan loyo. Ambil hikmahnya.....agar kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa. Oleh.....Ismail Adam. (Jurnalist)
Tag :
NEWS
