Debat Cabub/Cawabup Pijay Berlangsung Aman, TNI/POLRI Kerahkan Ratusan Personelnya

Pijay --- KPU melalui KIP Pidie Jaya menggelar acara Debat Kandidat calon bupati dan calon wakil bupati Pidie Jaya priode 2018-2023 di Aula DPRK Pidie Jaya, Jumat, 22/6/2018.

Selain tim ahli peneliti dari akademis yang di undang KPU,  juga hadir para Timses, panwaslih, DPRK, tokoh masyarakat, Ormas serta Satuan Kerja Kabupaten (SKPK) Pijay, serta mantan ketua KIP Pijay Musman, SH dan mantan komisionernya.

Acara debat dimulai jam 14.30 dengan beberapa sesi. Sesi pertama masing-masing paslon KPU memberi waktu dua (2) menit untuk menjelaskan visi-misi mereka.

Sebagai peluang pertama KPU memberi kesempatan kepada paslon nomo 4 M.Yusuf Kreh Kroh untuk memaparkan visi-misinya. Dengan lincah Paslon nomor 4 menyatakan akan membangun Pidie Jaya yang lebih sejahtera dengan cara merevisi para kabinet bupati, yaitu para SKPK nya. Menurut M.Yusuf Para SKPK harus benar-benar orang yang propesional dibidangnya dan anti korupsi. Sedangkan misi utama mereka adalah para SKPK Pijay semuanya harus orang Pidie Jaya.

"Inti dari semua program kami adalah mensejahrekan masyarakat Pidie Jaya, bukan kelompok-kelompok tertentu. Bagi kami, tidak ada kelompok-kelompokan. Semua masyarakat Pidie Jaya harus dipandang secara merata. Sebab Pidie Jaya dan anggaran yang ada di Pidie Jaya adalah milik masyarakat Pidie Jaya, bukan milik kelompok dan bukan pula milik partai." Ucap M.Yusuf yang disapa kreh kroh. 

Seterusnya paslon nomor 2, pasangan calon bupati/wakil bupati petahana yaitu H.Aiyub Abbas dan H.Said Mulyadi, SE, M.Si menyampaikan visi dan misinya andai kelak mereka terpilih. 

"Jika Allah menghendaki, saya bersama H.Aiyub Abbas akan menitik beratkan kesejahteraan masyarakat Pidie Jaya yang lebih sejahtera, termasuk pembangunan rumah duafa. Sebab masih banyak pembangunan mental dan infrastruktur yang belum terselesai karena keburu waktu dipriode lama, dan Insya Allah akan kami lanjutkan pada priode berikutnya. Bahkan kami akan menambah program-program baru untuk kesejahteraan para santri, melalui pembianaan Tastafi dan Sirul Mubtadin, yaitu dengan cara menghidupkan zikir dan pengajian berjamaah di menasah-menasah dan mesjid-mesjid." ucap H.Said Mulyadi, SE, M.Si yang akrab disapa walet diiringi tepuk tangan dari para pendukungnya.

Masih menurut Walet, "Sebagai daerah yang baru saja ditimpa mushibah gempa, tentu kita harus memikirkan dulu rehabrekon rumah penduduk. Kami telah berusaha melobi sampai ke Jakarta. Alhamdulillah rumah yang rusak akibat gempa mencapai ribuan unit dalam segala kategori, hampir 60% lebih pekerjaan bangunannya telah selesai.

Jika dibandingkan dengan kabupaten lain, yaitu Pidie dan Bireuen yang cuma beberapa puluh unit saja, tapi sampai saat ini belum ada pelaksanaannya. Sementara kita yang ribuan unit hampir selesai kami perbaikinya. Bukankah ini bukti kami memperhatikan kesejahteraan masyarakat kami." pungkas walet.

Giliran paslon nomor 1 yaitu Ir.H. Yusri M.Yusuf yang akrab disapa Melon dan wakilnya Kolonel Purn. H.Saifullah menggagaskan visi-misinya lewat pertanian dan perkebunan.

"Sebagai seorang sarjana pertanian saya akan mengubah nasib masyarakat Pidie Jaya lewat cara bertani. Lahan pertanian dan perkebunan kita luas, tapi pemanfaatannya yang masih sangat minim karena cara pengelolaannya masih tradisional. Kita akan menerapkan dengan menggunakan tehnologi.

Dengan memajukan cara kerja petani, tentu hasil pertanian akan meningkat, sekaligus kita akan buka perkebunan untuk dimanfaatkan rakyat Pidie Jaya.
Jika pertanian maju, pengangguranpun akan berkurang, Pidie Jaya akan Jaya." pungkas Melon penuh semangat

Saatnya paslon bupati dan wakil bupati nomor urut 3 Tgk.Muhibbuddin M.Husen dan HM.Yusuf Ibrahim mengemukakan argumennya lewat visi dan misi yang mengutamakan syariat Islam harus Kaffah di bumi Pidie Jaya. Sebab menurut Tgk. Muhib (panggilan intim Tgk. Muhibbuddin), selama ini syariat islam di Pidie Jaya terkesan tidak begitu ketat, terkadang hari Jumat masih banyak kaum lelaki yang tidak ke mesjid.

"Selama ini kita tidak bisa pungkiri bahwa masih banyak masyarakat kita yang kurang patuh pada hukum syariat, terbukti di hari Jumat, masih banyak kaum lelaki yang tidak ke mesjid dan juga para kaum perempuan memakai pakaian yang dilarang agama. Dalam hal ini, kita akan melibatkan para ulama untuk bersama-sama membangun syariat. Termasuk menganjurkan DPRK membentuk qanum yang bisa menerapkan hukum fikih, Nahu dan Tasauf ke kurikulum sekolah Sekolah Dasar sampai Menengah yang ada di bumi Jafakeeh ini.

Selain itu, kata Tgk. Muhib, "Jika Allah menghendaki, kami juga akan mensejahterakan masyarakat secara menyeluruh dari golongan bawah ke atas dengan adil dan tepat sasaran. Bagi para intelektual dan  lulusan sarjana, akan kita ciptakan lowongan pekerjaan sesuai dengan skill dan keahliannya. Dengan demikian, visi-misi kami yang Mupoe dan Meuhoe akan dinikmati oleh para SDM dan seluruh masyarakat Pidie Jaya." pungkas Tgk. Muhib.

Setelah jeda sejenak, pihak KPU menerapkan sesi tanya jawab antar paslon dengan durasi 1 menit setiap paslon. Acara debat berakhir menjelang jam 17.00 WIB.

Sekretaris KIP Pijay, Ruslan SH selaku panitia pelaksana bersama KPU, mengucapkan terimakasih kepada seluruh kandidat dan para pendukung yang telah menciptakan suasana aman dan tenteram hingga acara debat selesai. 

Bahkan ucapan terimakasih istimewa KPU kepada jajaran Kodim dan Polres Pidie yang telah mengerahkan 700 personelnya dalam mengawal jalannya debat kandidat calon bupati dan wakil bupati Pijay. "Terimakasih kepada bapak Dandim dan balak Kapolres yang telah mengerahkan 700 personelnya dalam mengawal acara debat hari ini" ucap Ruslan SH.(IA)

Tag : NEWS
Back To Top