Lhokseumawe --- SD Negeri 2 yang terletak di Desa Blang Naleung Mameh Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe, sudah dua kali melakukan rehabilatasi ruang kelas tanpa memasang plang proyek, Selasa (31/07)
Rehabilitasi tahab pertama tersebut pada tahun 2017 dengan APBD dana alokasi khusus yang dikerjakan dengan Swakelola oleh (panitia pembangunan di sekolah) sebanyak empat ruang dengan dana Rp.461.683.128, tanpa ada keterangan dimulai dan berahirnya masa kerja, saat itu plang proyek tidak dipasang dan diketahu plang proyek disimpa diruangan kelapa sekolah.
Rehabilitasi tahab ke dua yaitu merehab empat ruang kelas lagi dari dana APBN tahun 2017 dengan pelaksana Swakelola (Tim pelaksana rehabilitasi ruang belajar panitia SD Negeri 2 Muara Satu) dengan jumlah anggaran Rp.319.339.000, plang proyek tersebut juga di simpan diruang kepala sekolah hal tersebut seperti ada yang disembunyikan seharusnya plang tersebut harus terpasang dilokasi yang sedang dikerjakan agar masyarakat bisa melakukan kontrol sosial dikarnakan menggunakan anggaran yang bersumber dari negara.
Selanjutnya tahun 2018 ini SD Negeri 2 Blang Naleung Mameh mendapatkan rehab tahab ke tiga dengan merehab 5 ruang namun lagi lagi tanpa plang proyek diduga hal tersebut ada yang di tutupi. Dan saat ini rehab tersebut hampir rampung.
Menurut informasi yang berhasil dihimpun media ini pekerjaan rehab tersebut dikerjakan oleh ketua pemuda setempat dengan anggaran per ruangan Rp. 12.000.000, diduga pengerjaan rehab tersebut tanpa memperlihatkan RAB oleh kepala sekolah, saat dijumpai beberapa waktu yang lalu bendahara sekolah untuk apa RAB kalau cocok dengan harga segitu silahkan dikerjakan,"ucapnya.
Warga setempat yang tidak mau namanya ditulis mengatakan kepala sekolah Hj. Asmani banyak menutupi prihal pembangunan sekolah, seharusnya seperti plang proyek harus di pasang dilokasi agar tidak ada kecurigaan masyarakat dan hal tersebut wajar saja ditanyakan karna dana yang digunakan bukan anggaran pribadi kepala sekolah mau pun bendahara sekolah,"tegasnya.
Lanjutnya pihak terkait seharusnya turun kelokasi sekolah untuk melihat kondisi sekolah yang saat ini dikerjakan tanpa di pasang plag proyek di lokasi sekolah, dan diduga dikerjakan asal jadi agar mendapakan keuntungan yang besar "tutupnya (A,007)
Tag :
NEWS

