|
Sejumlah anggota Polres Magelang Kota olah TKP di Toko Mas Kidang yang dibobol maling dengan kerugian mencapai Rp 1 miliar lebih. (Foto : SM)
|
MAGELANG -- Toko perhiasan Mas Kidang di kompleks Pasar Rejowinangun Jl Mataram dibobol. Sejumlah emas perhiasan total seberat 3 kg raib digondol maling yang masuk ke dalam toko dengan cara merusak gembok pintu depan.
Siti Aisyah (40), salah satu karyawan toko mengatakan, ia datang lebih awal dari karyawan lainnya sekitar pukul 08.00 WIB. Di depan toko ia menunggu pemilik toko, Elsiana yang biasa membuka pintu toko.
“Ternyata bu Elsiana terkejut ketika kunci gembok pintu depan hanya ada satu dari biasanya dua buah. Gembok ternyata juga tidak bisa dibuka,” ujarnya di tempat kejadian perkara (TKP), Kamis (21/7).
Dia menuturkan, istri dari Abyung (55) itu kemudian masuk toko lewat pintu belakang. Dia sendiri memanggil suami bosnya. Ketika kembali ke toko, ia melihat Elsiana terlihat lemas dan pucat.
“Bu Elsiana mengaku, menemukan brangkas tempat perhiasan sudah dalam keadaan rusak dan semua isinya hampir terkuras habis,” kata wanita asal Candimulyo yang sudah 3 tahun bekerja di toko emas ini.
Brankas Rusak
Siti Aisyah (40), salah satu karyawan toko mengatakan, ia datang lebih awal dari karyawan lainnya sekitar pukul 08.00 WIB. Di depan toko ia menunggu pemilik toko, Elsiana yang biasa membuka pintu toko.
“Ternyata bu Elsiana terkejut ketika kunci gembok pintu depan hanya ada satu dari biasanya dua buah. Gembok ternyata juga tidak bisa dibuka,” ujarnya di tempat kejadian perkara (TKP), Kamis (21/7).
Dia menuturkan, istri dari Abyung (55) itu kemudian masuk toko lewat pintu belakang. Dia sendiri memanggil suami bosnya. Ketika kembali ke toko, ia melihat Elsiana terlihat lemas dan pucat.
“Bu Elsiana mengaku, menemukan brangkas tempat perhiasan sudah dalam keadaan rusak dan semua isinya hampir terkuras habis,” kata wanita asal Candimulyo yang sudah 3 tahun bekerja di toko emas ini.
Brankas Rusak
Siti mengungkapkan, kondisi brangkas rusak di bagian samping. Kerusakan berbentuk kotak yang diduga karena dilas oleh pelaku. Terlebih, di dekat brangkas terdapat tabung gas 3 kg yang diduga digunakan oleh tersangka untuk mengelas brangkas itu.
“Isi brangkas cukup banyak perhiasan emas, terdiri dari cincin, gelang, kalung, dan liontin. Beratnya sekitar 3 kg lebih,” tuturnya.
Terkait orang yang dicurigai, Siti mencurigai salah seorang pembeli yang datang pada Senin (18/7), tiga hari sebelum kejadian. Pembeli seorang pria itu datang ke toko dan bertanya-tanya soal cincin yang memiliki mata.
“saat itu kami jawab tidak ada. Setelah itu, ia langsung pergi begitu saja. Saya dan bos saya curiga melihat gelagatnya, tapi tidak tahu kalau kemudian terjadi pencurian ini,” paparnya.
Di tempat sama, Abyung mengaku, cukup terkejut dengan pembobolan tokonya yang baru pertama kali ini. Kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp 1 miliar.
“Saya menduga, maling itu masuk dari pintu depan dengan merusak gembok. Setelah berhasil menguras isi brangkas, maling itu keluar lagi dan mengunci pintu dengan gembok baru. Gembok asli sendiri dibawa pelaku,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolres Magelang Kota, AKBP Edi Purwanto membenarkan telah terjadi pembobolan toko emas tersebut. Pihaknya menerima laporan sekitar pukul 08.00 WIB dan langsung mengirim tim untuk olah TKP.
“Di TKP kami menemukan kondisi brangkas memang sudah rusak dan ada tabung gas 3 kg di dekat brangkas. Semua dibawa sebagai barang bukti, termasuk gembok baru dan anak kunci gembok lama,” terangnya.
Edi menambahkan, timnya langsung bergerak mencari pelaku berdasarkan keterangan saksi-saksi. Hanya saja, disayangkan tidak ada kamera CCTV di toko tersebut, sehingga sulit mengetahui wajah pelaku.
“Disayangkan juga di Jl Mataram tidak ada CCTV, sehingga dapat mempersulit pelacakan terhadap pelaku. Meski begitu, kami akan berupaya keras mengungkapnya. Kami imbau agar para pengusaha dapat memasang CCTV demi keamanan,” ungkapnya. (SM Network)
“Isi brangkas cukup banyak perhiasan emas, terdiri dari cincin, gelang, kalung, dan liontin. Beratnya sekitar 3 kg lebih,” tuturnya.
Terkait orang yang dicurigai, Siti mencurigai salah seorang pembeli yang datang pada Senin (18/7), tiga hari sebelum kejadian. Pembeli seorang pria itu datang ke toko dan bertanya-tanya soal cincin yang memiliki mata.
“saat itu kami jawab tidak ada. Setelah itu, ia langsung pergi begitu saja. Saya dan bos saya curiga melihat gelagatnya, tapi tidak tahu kalau kemudian terjadi pencurian ini,” paparnya.
Di tempat sama, Abyung mengaku, cukup terkejut dengan pembobolan tokonya yang baru pertama kali ini. Kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp 1 miliar.
“Saya menduga, maling itu masuk dari pintu depan dengan merusak gembok. Setelah berhasil menguras isi brangkas, maling itu keluar lagi dan mengunci pintu dengan gembok baru. Gembok asli sendiri dibawa pelaku,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolres Magelang Kota, AKBP Edi Purwanto membenarkan telah terjadi pembobolan toko emas tersebut. Pihaknya menerima laporan sekitar pukul 08.00 WIB dan langsung mengirim tim untuk olah TKP.
“Di TKP kami menemukan kondisi brangkas memang sudah rusak dan ada tabung gas 3 kg di dekat brangkas. Semua dibawa sebagai barang bukti, termasuk gembok baru dan anak kunci gembok lama,” terangnya.
Edi menambahkan, timnya langsung bergerak mencari pelaku berdasarkan keterangan saksi-saksi. Hanya saja, disayangkan tidak ada kamera CCTV di toko tersebut, sehingga sulit mengetahui wajah pelaku.
“Disayangkan juga di Jl Mataram tidak ada CCTV, sehingga dapat mempersulit pelacakan terhadap pelaku. Meski begitu, kami akan berupaya keras mengungkapnya. Kami imbau agar para pengusaha dapat memasang CCTV demi keamanan,” ungkapnya. (SM Network)
Tag :
NEWS
