Terus Didorong Nyalon Gubernur DKI, Risma Bergeming - BritaBlog

Terus Didorong Nyalon Gubernur DKI, Risma Bergeming
PAMERAN LUKISAN : Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini membuka pameran lukisan karya anak-anak berkebutuhan khusus di Bentara Budaya, Palmerah, Jakarta Barat. Massa dari kelompok Tanah Merah Bersama Risma (Tameris) menyerukan dukungan terhadap Risma, Kamis (21/7). (Foto : SM/dtc)
JAKARTA – Meski banyak pihak yang mendorong dirinya maju menjadi calon gubernur (cagub) DKI, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) bergeming. Dia mengisyaratkan penolakan dengan jawaban diplomatis, yakni semua bergantung warga Surabaya.

Dia juga mengungkapkan, sebelumnya pernah menghadap Megawati dan menyatakan tidak ingin menjadi gubernur. ”Begitu saya menjadi wali kota kali kedua, saya sampaikan kepada Bu Mega. Saya tidak mau menjadi gubernur apa pun. Sebab, saya sudah berjanji menemani warga Surabaya. Karena itu, jika ditanya mau atau tidak dicalonkan, saya tidak bisa menjawabnya.

Saya serahkan semua ke warga Surabaya. Saya tidak mau jika meninggal nanti, ditanya soal janji yang telah saya berikan kepada warga,” ujarnya di sela-sela pemaparan e-planning di kantor Kemendagri, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (21/7).

Setelah membuka acara pameran lukisan anak berkebutuhan khusus di Bentara Budaya, Palmerah, Jakarta Barat, dia kembali mengatakan secara pribadi tidak ingin menjadi calon gubernur DKI. ”Aku enggak kepingin. Kalau aku pribadi enggak pingin (jadi cagub DKI),” kata Risma.

Sementara itu, Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menggelar survei semiterbuka terhadap sejumlah nama cagub DKI. Dalam survei tersebut, terpilih tiga nama teratas calon gubernur. Mereka adalah Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Yusril Ihza Mahendra, dan Risma.

Dibawah Ahok

Meski Risma masuk tiga teratas survei, namun elektabilitasnya jauh di bawah Ahok. Calon petahana Ahok mendapat 53,4% suara. Yusril Ihza Mahendra yang berada di tempat kedua juga hanya mendapat 10,4%, dan Risma 5,7%. Hasil ini agak berbeda dari survei Top of Mind.

Dalam survei tersebut Ahok mendapatkan 36,6%, dan sisnya atau mayoritas warga DKI belum mengambil keputusan. Survei dilakukan pada 24-29 Juni 2016 untuk mengetahui penilaian publik terhadap para calon gubernur DKI.

Jumlah sampel acak survei 820 orang yang dipilih dengan metode multistage random sampling, dengan margin of error3,9% pada tingkat kepercayaan 95%. Responden terpilih diwawancara lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah terlatih. SMRC memaparkan hasil survei tersebut di kantornya, Jl Cisadane No 8 Menteng, Jakarta Pusat.

Paparan dihadiri sejumlah petinggi parpol, seperti juru bicara Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin, Ketua Gerindra DKI Jakarta M Taufik, Koordinator Bidang DPP Golkar Nusron Wahid, Wasekjen DPP PDIP Ahmad Basarah, dan Sekjen PSI Raja Juli Antoni. Terpisah, DPD PDIP DKI telah menggodok nama-nama calon yang akan dimajukan dalam pemilihan gubernur.

PDIP menyetorkan lima nama calon DKI Jakarta kepada Ketua umum Megawati Soekarnoputri. Ahok tidak termasuk dalam lima nama tersebut. ”Tidak ada Pak Ahok,” ungkap Sekjen PDIP Hasto Kristyanto. Hasto menjelaskan, lima nama yang diserahkan kepada Megawati itu hasil seleksi ketat dari 27 calon gubernur yang mendaftar ke PDIP.

”Namun pemetaan belum selesai,” ujarnya. Pemetaan adalah mekanisme kedua penjaringan calon gubernur DKI dari PDIP. Hasil pemetaan dan lima nama yang telah disetor itu akan dibahas untuk menghasilkan calon gubernur dan wakil gubernur yang akan didaftarkan PDIP ke KPU DKI Jakarta.

Meski demikian, Hasto belum mau menyebut namanama calon yang disetorkan ke Megawati. Menanggapi dirinya tak masuk bursa cagub DKI dari PDIP, Ahok menyatakan keputusan akhir PDIP ada di tangan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. ”Mereka (DPD PDIP DKI) tidak mengerti. Dari dulu, PDIP selalu memberikan hak prerogatif kepada Bu Mega, mulai dari menentukan pengurus sampai menentukan calon gubernur,” kata Ahok. (Sm,dtc)


Tag : NEWS
Back To Top