Ali Kalora Jadi ”Santoso Baru” - BritaBlog

Ali Kalora Jadi ”Santoso Baru”
Ali Kalora : SM/dok
JAKARTA – Polisi meyakini Ali Kalora akan menggantikan posisi Santoso alias Abu Wardah. Setelah Santoso dan tangan kanannya Basri Bagong tewas, masih ada kelompok yang bergerak. 

”Semula, kami berpendapat, kalau Santoso tertangkap, pasti penggantinya si Basri. Tapi jika Santoso dan Basri ini benar tewas dan enggak ada, pengganti mereka adalah Ali Kalora,” ujar Kepala Polda Sulawesi Tengah Brigjen Rudy Sufahriadi di Kompleks Istana Presiden, kemarin.

Ali Kalora adalah sosok radikal senior di kalangan gerilyawan di Poso. Ia adalah pemimpin tim selain tim yang dipimpin Santoso di pegunungan Poso. Pria bernama asli Ali Ahmad tersebut memimpin 16 orang.

Rudy melanjutkan, Ali Kalora berpotensi menjadi ”Santoso baru” karena latar belakang pengalamannya yang cukup senior. ”Selama ini memang dia paling senior. Paling lama jadi teroris di sana,” ujar Rudy.

Selain Ali Kalora, Polisi juga menengarai sosok Amham Mubaroq alias Baroq yang juga berpotensi melanjutkan gerilya tersebut.

Baroq merupakan pria asal Bima, Nusa Tenggara Barat, dekat dengan istri Santoso yang juga diajak gerilya di hutan Poso. Meski demikian, Rudy yakin kekuatan gerilya di bawah kepemimpinan keduanya tidak akan sebegitu merepotkan dibandingkan Santoso.

Terpecah
Kepala Operasi Tinombala 2016, Komisaris Besar Leo Bona Lubis mengatakan, pihaknya akan terus mengejar anggota jaringan Santoso yang tersisa. Menurut Leo, jaringan ini terpecah dalam dua kelompok. Sebelumnya, kelompok pertama berjumlah 14 orang dipimpin oleh Ali Kalora yang masih buron, sedangkan kelompok kedua berjumlah tujuh orang dipimpin oleh Santoso yang telah tewas.

Tewasnya Santoso dan Mukhtar tidak serta merta mengakhiri perburuan anggota kelompok itu dalam Operasi Tinombala 2016 yang melibatkan 3.000 personel gabungan TNIPolri sejak 10 Januari 2016. Pengejaran difokuskan di kawasan hutan pegunungan dengan melibatkan 63 tim pasukan gabungan yang telah disiapkan untuk bertahan dan melakukan pengejaran tanpa henti dalam sebuah operasi besar selama 20 hari ke depan dimulai dari 9 Juli lalu.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, Satgas Tinombala sudah mengimbau kepada 18 jaringan Santoso untuk turun gunung dan tidak melakukan perlawanan agar mendapatkan keringanan hukuman.

Satgas Tinombala akan memperlakukan mereka yang turun gunung dan mentaati peraturan yang berlaku. Boy mengimbau jaringan Santoso yang belum berhasil ditangkap tidak melakukan aksi balas dendam atas tewasnya Santoso dalam baku tembak dengan Satgas Tinombala.

Sebab, tidak ada yang membenarkan aksi balas dendam. Kendati demikian, Boy menegaskan, Polri telah siap menghadapi segala bentuk aksi teror. Semua polisi di semua kesatuan telah diinstruksikan untuk tetap waspada karena bisa saja menjadi sasaran. “Polisi komitmen atasi masalah ini, bersinergi, simultan upaya bangun kekuatan di masyarakat.

Kami yakin mayoritas masyarakat tidak menginginkan kekerasan.” Boy mengatakan, jajaran kepolisian tengah membangun jaringan dengan masyarakat untuk mempersempit ruang gerak jaringan terorisme, termasuk untuk menangkal aksi terorisme. (Sm,Ant,dtc)


Tag : NEWS
Back To Top