Kapal Terbalik di Johor, Tujuh WNI Tewas - BritaBlog

Kapal Terbalik di Johor, Tujuh WNI Tewas
Foto : Tempo
JAKARTA - Tujuh warga negara Indonesia (WNI) tewas dan sembilan lainnya hilang ketika kapal yang mereka tumpangi terbalik akibat dihantam gelombang di perairan Pantai Batu Layar, Johor Bahru, Malaysia, Sabtu malam (23/7). Sebanyak 44 penumpang dilaporkan selamat. Kapal tersebut dalam perjalanan dari Johor ke Batam.

”Korban yang ditemukan ini diduga penumpang kapal yang tenggelam. Jumlah penumpang 60 orang,” ujar Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi di selasela pertemuan menteri luar negeri se-ASEAN di National Convention Center, Ban Chommany Tai, Vientiane, Laos, Minggu (24/7). Retno menambahkan, KJRI Johor Bahru mendapat kabar soal musibah itu dari polisi Malaysia.

Namun, informasi yang diterima Menlu menyebutkan jumlah korban tewas enam orang, terdiri atas dua laki-laki dan empat perempuan. Mereka ditemukan di Pantai Batu Layar, Sungai Rengit, Bandar Penawan, Johor Bahru. ”Tim SAR masih mencari korban yang hilang,” jelasnya.

Dia mengatakan, Satgas Perlindungan KJRI Johor Bahru telah menuju ke lokasi kejadian. ”Mereka sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengidentifikasi korban, termasuk memantau pencarian korban yang belum ditemukan.”

Direktur Departemen Imigrasi Johor Rohaizi Ibrahim juga menyebutkan jumlah korban tewas tujuh orang, yakni dua lelaki dan lima perempuan. Kapal itu terbalik hanya beberapa meter dari Pantai Batu Layar. ”Dari investigasi, kapal dilaporkan menyelinap keluar dari Malaysia melalui jalur tak resmi menggunakan perahu reyot.

Mereka berlayar pada pukul 19.00, namun terjebak gelombang setinggi dua meter, sehingga kapal terbalik,” ujar Rohaizi seperti dilansir media Malaysia, The Star. Konjen RI di Johor Bahru Taufiqur Rijal menjelaskan, dua korban sudah teridentifikasi, yaitu perempuan bernama Yolan Alindasera (22) dan seorang bayi perempuan.

Jenazah tersebut diidentifikasi oleh suami Yolan bernama Moses Dakosta, warga Desa Lita Malik, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Belu, Kupang, Nusa Tenggara Timur. ”Moses adalah korban yang ditemukan dalam keadaan selamat,” ungkapnya. Keluarga korban meminta agar jenazah dimakamkan di kampung halaman di NTT.

Menurut Rijal, identifikasi jenazah lain terus dilakukan. Satgas Perlindungan KJRI Johor Bahru telah bertemu imigrasi dan kepolisian Johor. Mereka sepakat segera memproses korban selamat untuk dipulangkan ke Indonesia tanpa melalui proses hukum atau menjalani hukuman. (sm,dtc,ant)


Tag : NEWS
Back To Top