SUKOHARJO -- Pria yang diduga sebagai penyedia motor bagi pelaku bom bunuh diri di Mapolresta Solo, Heriyanto alias Hasan, diciduk pasukan Detasmen Khusus (Densus) 88 Antiteror, Selasa (19/7).
Berdasarkan data di lapangan, Hasan yang diduga kelompok jaringan terorisme pelaku bom bunuh diri di Mapolresta Solo 5 Juli lalu, Nur Rohman, ditangkap pasukan Burung Hantu, di underpass Jalan Ahmad Yani pukul 08.40 WIB.
Setelah itu, pukul 13.00 Densus 88 Antiteror dibantu Polres Sukoharjo, melakukan penggeledahan tempat tinggal Hasan yang merupakan rumah mertua, Warno Kusnanto (60) di Dukuh Brojodipan RT 1 RW 4, Desa Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo.
Saat keluar dari tempat tinggal Hasan, polisi membawa sejumlah kantong barang bukti. Menurut informasi yang beredar, barang bukti diantaranya berisi dua buah parang, sejumlah pelat nomor motor dan ponsel.
Saat keluar dari tempat tinggal Hasan, polisi membawa sejumlah kantong barang bukti. Menurut informasi yang beredar, barang bukti diantaranya berisi dua buah parang, sejumlah pelat nomor motor dan ponsel.
Dalam keterangan pers, Wakapolres Sukoharjo Andika Bayu mewakili Kapolres, AKBP Ruminio Ardano membenarkan ada beberapa jenis barang bukti yang dibawa. “Ini hasil dari pengembangan Densus 88 terhadap aksi Nur Rohman di Mapolres Solo minggu waktu lalu,” aku dia.
Penyedia Motor
Penyedia Motor
Menurutnya, peran Heriyanto alias Hasan didalami Densus 88. Karena diduga yang bersangkutan itu, sebagai penyedia motor bagi Nur Rohman, warga Kelurahan Sangkrah RT 1 RW 12, Kecamatan Pasarkliwon, Solo.
Selanjutnya, motor Nex berpelat nomor polisi AD-6136-HM itu, digunakan Nur Rohman untuk melancarkan aksi bom bunuh diri. Bahkan dugaan Hasan pernah menampung Nur Rohman sebelum dan sesudah ke Bekasi, didalami. “Masih didalami. Kita mem-back-up saja,” katanya.
Sejumlah warga di sekitar tempat tinggal Hasan yang enggan disebutkan namanya, mengaku sudah curiga sejak tinggal di rumah istrinya, Desi (35) di Dukuh Brojodipan itu. Apalagi selama enam bulan ini, terkesan tertutup.
Sejumlah warga di sekitar tempat tinggal Hasan yang enggan disebutkan namanya, mengaku sudah curiga sejak tinggal di rumah istrinya, Desi (35) di Dukuh Brojodipan itu. Apalagi selama enam bulan ini, terkesan tertutup.
Namun usai Lebaran kemarin, Hasan yang dikenal sebagai security dan penjual rica-rica mentok, mulai mau menyapa warga. “Bahkan sering ada orang yang bukan warga asli, datang ke rumah. Yakni satu atau dua orang. Di desa, dikenal dengan nama Antok atau Anton,” celetuk warga. (SM Network)
Tag :
NEWS
