RADARACEH.COM | Lhokseumawe-Lingungan Universitas Malikussaleh (UNIMAL) yang selama ini tengah di landa kekacauan sesama Presma unimal.
Hal ini di sampaikan Indra dermawan salah satu mahasiswa aktivis Unimal melalui rilisnya kepada media RadarAceh.Com . Sabtu (20/01/17).
"Untuk saat ini sangat di sayangkan nasib Unimal dikarenakan dengan pemilihan presma yang tidak mempunyai keputusan yang jelas,sehingga sampai hari ini presma Unimal belum ada yang tahu siapa, kadang si A bilang si B ,si B bilang si C sebagai presma unimal, sungguh di sayangkan hal seperti ini terjadi dalam lingkungan Unimal",ujar Indra Dermawan
Indra dermawan juga mengangkat bicara tentang salah satu kandidat Plt Unimal terlalu baper
"Salah satu kandidat Plt Unimal zahrie Abdullah yang tidak pernah bertarung dalam penetapan Plt Bem Unimal yang sah dan adil. Saya menilai, Plt BEM UNIMAL terlalu baper sehingga beliau selalu meng klaim dirinya sebagai Plt BEM UNIMAL yang sah dan halal,
Bahkan setau saya dan teman teman ormawa yang ada di ruang lingkup unimal bahwasanya pemilihan plt BEM cuma berlaku untuk menjalankan pelaksanaan OSPEK maba tahun 2016, dan setelah ospek selesai maka berakhirlah Plt tersebut untuk selama lamanya".lanjut indra
Indra berharap agar DPM Unimal segera mendeportasi Plt BEM Unimal.
"Maka dari itu saya meminta kepada DPM UNIMAL Muhammad Ali agar segera mendeportasi Plt BEM Unimal, dikarenakan saudara yang mengaku ngaku sebaga Plt BEM unimal bukan lagi Mahasiswa aktif Unimal melainkan sudah menjadi Alumni dan sudah mengikuti ujian akhir (sidang skripsi),
Jadi sebelum ada penetapan BEM UNIMAL secara adil dan proporsional dan bermartabat maka semua pihak diminta tidak saling mengklaim diri sebagai Plt BEM UNIMAL,dan kita sebagai mahasiswa hari ini walupun kita bukan sebagai nahkoda tapi kita harus bisa menjadi nahkoda yang berani meraungi lautan yang sedang di terjang gelombang angin dan badai yang dahsyat di kala nahkoda kapal tidak sanggup lagi,demi keselamatan penumpang yang ada dalam kapal".pungkas Indra Dermawan,sekaligus menutup perbincangannya. (RI/Razi)
