Tak dapat dipungkiri lagi, Abdullah Puteh memiliki sekelumit misteri dan rahasia selama dalam perjalanan hidup dan karirnya.
Abdullah Puteh adalah salah satu diantara tokoh yang ada yang memiliki memiliki karakter yang kuat yang melekat pada dirinya.
Dengan kemampuan yang dimilikinya, Beliau mampu menciptakan serta merencanakan program-program yang memberikan mamfaat banyak kepada Masyarakat kala beliau masih duduk di bangku kepala Daerah tingkat provinsi sebagai Gubernur Aceh kala itu.
Saya rasa penilaian ini cukup adil dan objektif untuk kita bisa sampaikan kepada sosok kepribadian beliau.
Orang Aceh harus merasa bangga pernah memiliki Tokoh Pemimpin seperti Abdullah Puteh. Bila mana Masyarakat sadar untuk memilih pemimpin yang amanah dan juga berlaku adil.
Itu Menunjukkan atau mencerminkan bahwa masyarakat tersebut bijak dan memahami sepenuhnya untuk merangkai masa depan nya secara baik. Karena hanya dengan Pemimpin yang baik serta bijak dan mampu berlaku adil lah Masyarakat tersebut menjadi sejahtera.
Abdullah Puteh seorang yang visioner tidak hanya mampu beretorika tapi juga mampu bekerja dengan bukti nyata.
Hingga tak sedikit dari lawan serta kawan menyanjung serta memberi hormat terhadapnya. Aceh hari ini butuh jawaban terhadap ke ambiguan serta kegaluan yang selama ini terjadi.
Perlu dipahami oleh Masyarakat bahwa kita butuh pemimpin yang mampu merancang serta menciptakan peradaban serta masa depan yang sejahtera bagi Masyarakat.
Abdullah Puteh yang lebih dikenal dengan sapaan "Bang Lah " pernah memiliki sejarah yang suram di masa beliau memimpin Aceh pada saat konflik horizontal yang terjadi di Aceh.
Potret buram yang pernah tertoreh dalam sejarah masa lalu, serta implikasi buruk terhadap penegakan hukum masa itu, akhirnya menjadi penyebab sehingga beliau ditangkap atas dugaan yang tertuduh atas dirinya sebagai pelaku korupsi. Sangat disayangkan bila mana sistem penegakan hukum di negara kita sudah tidak memihak kepada nilai dan moral yang seharusnya menjadi batometer untuk mengukur serta dapat membuktikan mana yang benar dan mana yang salah.
Kasus yang menimpa Abdullah Puteh sarat dengan intrik-intrik politik. dengan berbagai propaganda serta presure atau tekanan dari berbagai arah suka tidak suka, mau tidak mau Abdullah Puteh harus mendekam dibalik jeruji besi.
Akar permasalahannya salah satunya adalah, dikarenakan perbedaan pendapat antara Gubernur dengan Pimpinan darurat militer masa itu. Kita patut bersyukur dan berterima kasih kepada Abdullah Puteh, karena dengan perjuangannya yang keras serta niatnya yang tulus, beliau mampu dan berhasil merubah status Aceh dari darurat militer berubah menjadi darurat sipil.
Hanya semata untuk menciptakan iklim perdamaian di antara kedua belah pihak yang sedang bersengketa.
Ditengah hujan peluru pada masa kepemimpinannya mampu menunjukkan pada dunia bahwa Aceh tidak akan pernah hilang ditelan sejarah.Aceh punya identitas, Aceh memiliki khas dan tradisi yang tidak dimiliki oleh orang lain, Aceh pernah memberimemberikan kontribusi besar terhadap kemerdekaan Republik ini.Aceh punya andil besar dalam pergerakan sejarah Indonesia dalam melaean penjajah.
Maka Puteh mampu membuktikan kepada dunia bahwa aceh bukan generasi pemberontak, melainkan Bangsa Aceh juga menghargai nilai-nilai pengorbanan dan memberi perhatian khusus terhadap ide perdamaian.
Puteh di anggap melakukan makar, puteh di anggap berkaki dua, puteh di anggap tidak berkomitmen menjalankan undang-undang Negara,Puteh dianggap tidak konsisten dalam merangkul serta menciptakan rekonsiliasi perdamaian.
justru pandangan itu salah, Justru Abdullah Puteh lah orang yang berdiri di garis terdepan dalam mewujudkan perdamaian.
Jauh hari sebelum MOU di HElSINKY dilaksanakan Puteh telah banyak melakukan lompatan dan mencetak hasil yang cukup signifikan dalam mewujudkan keadaan Aceh ke arah perdamaian.
Bahkan beliau bisa dikatakan adalah Bapak deklarator perdamaian Aceh. Mungkin tidak banyak orang mengetahui hal ini. bahwa telah ada kesepakatan tertulis sebelumnya antara GAM dan RI masa itu secara tertulis yang di mediasi oleh Puteh masa itu yang menjabat sebagai Gubernur. Puteh di tangkap salah satu alasanya adalah, bahwa Puteh adalah pelaku perumus terciptanya perdamaian di Aceh.
Dan Puteh sangat menentang keras bagi pihak manapun yang ingin menciptakan perdamaian dengan pola-pola kekerasan Sehingga pihak yang tidak menginginkan perdamaian dengan sangat terpaksa harus mencampakkan Abdullah Puteh ke tempat yang terisolasi dari keramaian Masyarakat. Karena Puteh dianggap melakukan makar dengan ikut bersekongkol dalam kubu pemberontak.
Puteh di Zalimi sehingga hanya harapan dan do'a yang dimilikinya saat itu.Hingga dengan hati yang ikhlas Abdullah di Gedung KPK bersumpah dengan ucapan " Demi Allah saya bersumpah, bila saya ada makan uang negara satu sen pun, saya siap dilaknat oleh Tuhan dan saya keluar dari Agama Islam " masa yang hadir lalu ikut menyambut dengan teriakan takbir serta dengan hati yang terharu.
Undang-undang telah mengatur atas kebijakan yang di ambil oleh Abdullah Puteh selaku Gubernur waktu itu. Aceh berada pada kondisi yang sangat cukup memprihatinkan dalam berbagai hal. Mustinya Pemerintah pusat atau instansi manapun seharusnya ikut serta aktid membantu tenaga dan fikiran dalam menyelesaikan kondisi di Aceh yang serba carut marut. Akses darat hampir sudah tidak bisa di lalui lagi.
Maka pada akhirnya dengan hasil kesepakatan seluruh kepala Daerah di Aceh berinisiatif membeli satu kenderaan udara helikopter yang tujuantujuannya adalah hanya untuk kepentingan Rakyat Aceh bukan kepentingan Abdullah Puteh itu sendiri.
Dan pengesahan anggaran tersebut telah melalui proses hukum yang sah lewat pengesahan di tiap-tiap badan lesgislasi di Daerah.
Pemerintah Pusat masa itu mustinya mengkaji lebih dalam lagi terhadap apa yang sedang berlangsung di Aceh bukan sandiwara atau pariwara melainkan korban nyawa yang saban hari terus terjadi.
Suka tidak suka Puteh harus tetap menjalankan proses hukuman tersebut karena memang sutradara telah menyiapkan pemeran utama yang baru dalam menjalankan roda Pemerintahan yang mungkin harus berakhirnya seperti itu.
Dengan inayah serta keteguhan hati yang dimiliki oleh Seorang Abdullah Puteh ,Hari ini setelah melewati istikharah yang matang turun ke jalan untuk melakukan perubahan-perubahan secara mendasar, dan berjuang kembali melanjutkan apa yang dulu sempat tertunda.Hadirnya Puteh pada ajang pilkada tahun menunjukkan konsistensi beliau terhadap nasib Rakyat Aceh yang kian hari kian terpuruk.
Puteh kini hadit kembali ditengah-tengah Rakyat yang dulu pernah dia pimpin. Rasa rindu yang kian mendalam seakan mengingatkan kembali akan panggilan serta seruan GEMA ASSALAM yang menjadi salah satu program andalannya.
Dengan dukungan Ulama serta Rakyat Aceh Puteh Yakin bisa membawa Aceh kepada masa kedigdayaannya yaitu Berdirinya Daulah Al-Islamiyyah dengan Masyarakat yang hidup dalam kesejahteraan.
Syari'at Islam ,Revolusi Pertanian serta Revolusi birokrasi yang menjadi visi dan misinya kedepan, insya Allah kita yakin Aceh akan mengulang sejarah jayanya.
