RADARACEH.COM | ACEH TIMUR - Salah satu asisten mandur PT. Pualam Bangun Cipta, Erwin, diduga berlagak arogan dan melemparkan radio Handy Talky (HT) terhadap salah satu anak buahnya bernama Aidil Khatap (30) warga dusun Alue Minyeuk, Desa Bandar Baru, Kecamtan Indra Makmur, Aceh Timur, hingga korban terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit (RS).
Peristiwa tersebut dikabarkan terjadi pada Sabtu (11/02/17) kemarin di CPP Blok A PT.Medco, Desa Blang Nisam, kecamatan Indra Makmur, Aceh Timur.
Arongansi assisten tersebut langsung dilaporkan korban ke Polisi, dan pihak keluarga korban telah memintai Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) untuk mendampingi korban ke ranah hukum. Hal ini disampaikan Pihak keluarga melalui kuasa hukumnya kepada Media, Minggu (12/02/17).
Arogansi dari Edwin hingga melahirkan kekerasan terhadap Aidil Khatap, harus menanggung resiko pemecatan.
Humas PT. Pualam Bangun Cipta Muhammad Irwandi atau akrab disapa Ustad Wandi saat dikonfirmasi media, membenarkan peristiwa itu terjadi.
Ustad Wandi mengatakan, terjadinya pemukulan terhadap Aidil Khatap (30) melalui pelemparan Handy Talky (HT) ke pelipis sebelih kiri, sehingga korban harus dirawat ke Rumah Sakit Harapan Bunda, berawal dari cek cok mulut antara pelaku dengan korban hingga berujung pada kekerasan.
"Apapun alasannya hal kekerasan seperti itu tidak dibenarkan dalam perusahaan dan malah dianggap sebuah pelanggaran besar, pelaku saat ini sudah diberhentikan dari pekerjaannya " Ujar Ustad Wandi.
Lanjutnya, Pihak perusahan akan bertanggungjawab sepenuhnya terhadap korban, baik pengobatan korban maupun mendampingi keranah hukum apabila korban membawa kasus ini keranah hukum. "Proses hukum akan kami kembalikan ke pihak penegak hukum sepenuhnya " Jelas Ustat Wandi. (RI)
Sementara pihak JEC selaku pemegang kontrak atas pekerjaan PT. Pualam Bangun Cipta melalui Humasnya Rahmat mengatakan kepada media, pihaknya telah mengunjungi korban di Rumah Sakit (RS), kondisi korban mengali lebam dipelipis kiri dan sulit membuka mulut.
"Peristiwa ini berlangsung kemaren dan kami tidak tahu sebelumnya karena tidak ada informasi awal dan tidak dibawa ke klinik yang ada di lokasi CPP, hari ini baru kami ketahui, maka kami langsung mengunjungi korban di Rumah Sakit "ujar Rahmat. (RI)
