DPR Aceh Tunggu Pemerintahan Baru Untuk Mengatasi Persoalan Listrik

Banda Aceh - Rapat Kerja Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA)  bersama Mitra Kerja Dinas ESDM Aceh, dan PLN, rapat tersebut berlangsung di ruang rapat Komisi II DPR Aceh Banda Aceh, Rabu, 31 Mei 2017.

Ketua Komisi II DPR Nurzahri, mengatakan bahwa, masyarakat Aceh menjelang puasa atau awal puasa mengeluh mengenai hidup mati listrik, hari ini sudah  mendengarkan penjelasan dan solusi - solusi apa yang akan kita lakukan, hasilnya adalah jaminan PLN, walaupun kita tahu bahwa jaminan manusia itu tidak bisa dipegang karena semua itu atas izin Allah. 

Dia menambahkan, pihak PLN berjanji tidak akan ada pemadaman listrik karena permasalahan gangguan sistem kemarin diakibatkan petir yang mengganggu sistem tersebut, terkait dengan permasalahan ini PLN sudah terselesaikan dan berjanji akan memeberikan konpensasi yang terkena dampak pemadaman listrik, jika kedepan masih terus terjadi maka DPRA juga harus melihat persoalan listrik ini, jika PLN melakukan kesalahan karena kelalaian maka kami siap menindak tegas, namun jika ini terjadi karena faktor alam seperti yang terjadi kemarin kita tidak bisa menolak faktor alam tadi.

Setiap ada persoalan kita harus melihat secara ril, paling tidak anggota DPR Aceh bisa mendorong penyelenggaraan pemerintah untuk bekerja secara maksimal dan tidak lalai melakukan fungsinya,"cap Nurzahri sebagai Ketua komisi II DPR Aceh.

Pemerintah daerah memiliki peran lebih dalam permasalahan listrik, termasuk dalam faktor pengawasan, dalam Undang - undang, pemerintah daerah bisa membentuk inspektorat listrik, dan inspektorat listrik ini harus diatur dalam pemerintah daerah, ada beberapa proses perizinan tidak lagi kepusat tetapi bisa dikeluarkan di pemerintah daerah, selama ini Aceh belum ada sehingga kita akan mendorong untuk membuat draf supaya perlistrikan di Aceh punya pondasi yang jelas,"ucap Nurzahri.

" Persoalan listrik di Aceh bukan persoalan baru namun ini adalah persoalan lama, berharap kepada pemerintahan gubernur Aceh yang baru, Irwandi Yusuf, kita tahu bahwa salah satu visi misi nya adalah Aceh tren, dan visi misi tersebut kami di DPR Aceh akan menunggu nanti setelah beliau dilantik untuk pengajuan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) yang akan kita Qanununkan,"Sebut Nurzahri.

Di dalam RPJM nantinya memuat visi misi gubernur Aceh terpilih, Irwandi Yusuf, saya harap Irwandi Yusuf konsisten terhadap visi misi sewaktu kampanye, sehingga di RPJM Irwandi itu juga muncul perencanaan kelistrikan dalam pemerintahan beliau dan ini yang akan kita kawal, jangan sampai beliau hanya janji di masa kampanye tetapi tidak merealisasikan RPJM, dan ini kita tunggu pelaksanaannya,"tutup Nurzahri,(AR,01)

Tag : NEWS
Back To Top