| Foto :Istimewa |
PEKANBARU -- Keluarga Pujo Lestari, salah satu terpidana mati narkoba di Nusakambangan, Cilacap, bersyukur lantaran eksekusinya ditangguhkan. Keluarga Pujo yang kini berada di Kabupaten Meranti di Riau mengklaim Pujo korban mafia narkoba.
“Kami bersyukur abang saya batal dilakukan eksekusi mati tadi malam. Semoga pemerintah bisa memberikan pengampunan buat abang saya,” kata Siti Nuriyah (29) warga Selat Panjang, Meranti.
Siti menceritakan, kakaknya Pujo yang bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) pembawa sembako tersandung kasus narkoba pada tahun 2006 silam di Batam. Kasus itu terungkap karena kapal Pujo membawa ribuan butir ekstasi dari luar negeri. Dua orang rekannya juga turut ditangkap dan dalam persidangan Pujo dianggap sebagai bandar narkoba.
“Kalau abang saya itu bandar narkoba, pastilah ekonominya lumayan tak hidup susah. Sampai sekarang abang saya itu tak punya rumah, mereka hidup menumpang di rumah orang tua kami,” kata Siti.
Hanya Korban
“Kami bersyukur abang saya batal dilakukan eksekusi mati tadi malam. Semoga pemerintah bisa memberikan pengampunan buat abang saya,” kata Siti Nuriyah (29) warga Selat Panjang, Meranti.
Siti menceritakan, kakaknya Pujo yang bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) pembawa sembako tersandung kasus narkoba pada tahun 2006 silam di Batam. Kasus itu terungkap karena kapal Pujo membawa ribuan butir ekstasi dari luar negeri. Dua orang rekannya juga turut ditangkap dan dalam persidangan Pujo dianggap sebagai bandar narkoba.
“Kalau abang saya itu bandar narkoba, pastilah ekonominya lumayan tak hidup susah. Sampai sekarang abang saya itu tak punya rumah, mereka hidup menumpang di rumah orang tua kami,” kata Siti.
Hanya Korban
Menurut Siti, jika benar Pujo menjadi bandar narkoba, pihak keluarga tidak keberatan Pujo dieksekusi mati. “Keluarga kami pun iklas kalau memang abang saya itu bandar narkoba untuk diekekusi mati. Tapi apa iya, bandar narkoba hidupnya pas-pasan. Dia hanya korban dari jaringan mafia narkoba,” kata Siti.
Masih menurut Siti, istri Pujo yang tak lain kakak iparnya sehari-hari bekerja sebagai pembantu rumah tangga untuk menambah penghasilan untuk menyekolahkan dua anaknya.
“Kami berharap, pemerintah bisa membuka mata hatinya melihat fakta kebelakang siapa sebenarnya Pujo. Kami selalu berdoa, semoga presiden memberikan pengampunan buat abang saya itu. Abang saya bukan bandar narkoba,” kata Siti. (sm,dtc)
Masih menurut Siti, istri Pujo yang tak lain kakak iparnya sehari-hari bekerja sebagai pembantu rumah tangga untuk menambah penghasilan untuk menyekolahkan dua anaknya.
“Kami berharap, pemerintah bisa membuka mata hatinya melihat fakta kebelakang siapa sebenarnya Pujo. Kami selalu berdoa, semoga presiden memberikan pengampunan buat abang saya itu. Abang saya bukan bandar narkoba,” kata Siti. (sm,dtc)
Tag :
NEWS
