BERITA ONLINE
Keberhasilan pembangunan Kota Surabaya yang diiringi dengan kebersihan serta penataan kampung mencuri perhatian Wali Kota Myanmar Maung Maung Soe. Dia ingin menjadikan kotanya seperti Kota Pahlawan.
Di sela-sela rapat maraton penutupan The Third Session Of The Preparatory Committe For Habitat III (Prepcom), Maung menyempatkan melakukan pertemuan empat dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Balai Kota Surabaya, Rabu (27/7/2016).
Dengan suasana serius namun santai, kedua Wali Kota ini saling berbagi pengalaman menata kota. Pertemuan yang berlangsung singkat namun banyak pelajaran yang diambil Maung, akhirnya keluar dari ruang kerja Risma dengan wajah ceria dan puas.
Maung Maung Soe dengan senang hati menceritakan masalah yang sedang dihadapi di wilayah kepimpinannya dan mendapatkan banyak ilmu dari sosok Risma yang dikenal tegas untuk masalah kebersihan kota.
Bagi Maung Maung Soe, keberhasilan Kota Surabaya dalam membangun kota tapi tetap bisa mempertahankan kearifan lokal di kampung. Pihaknya pun iri dan ingin menerapkan ide pembangunan kota yang digunakan Walikota perempuan pertama di Surabaya ini.
"Meskipun tidak 100 persen, setidaknya saya bisa menerapkan di Myanmar. Mulai dari teknologi, strategi. Surabaya akan menjadi sebuah contoh bagi saya untuk dapat merubah masalah yang sedang saya hadapi saat ini," katanya.
Selain penataan kampungnya, Maung Maung Soe juga kepincut dengan keasrian Kota Surabaya dalam pengelolaan limbah sampahnya. Mulai Reuse, Reduce, dan Recycle (3R) hingga pengelolaan limbah yang bisa dijadikan listrik.
"Saya juga berterimakasih kepada UN Habitat karena akhirnya saya dipertemukan dengan orang-orang yang pintar dalam mengelola perkotaannya. Karena saya memang sedang mencari kota yang penataan dan pembangunnya sedang berkembang dan maju," jelas dia.
Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ditemui seusai diskusi mengatakan bahwa Wali Kota Myanmar sedang mencari solusi untuk pembanguan dan perkembangan kotanya. Sebab, saat ini Maung Maung Soe sedang mencari jalan keluar atas permasalahan terkait pemindahan perkampungan yang melibatkan 400 ribu orang.
"Dia ini mau pindah perkampungan, dari sini di pindah ke tempat lain. Kan gak mungkin, iya kalau warganya sendiri dengan senang hati pindah, kalau iya seperti itu kita kan enak tinggal santai. Lah kalau gak mau bagaimana, kerjanya mereka pie, itu yang harus dipikirkan juga, bukan asal memindahnya loh," terang dia.
Risma menilai, kemajuan perkotaan dan modern itu bukan dilihat dari pembangunan gedung tinggi, atau pusat perbelanjaan. Melainkan, bagaiman mengatasi adanya kenakalan remaja, pergaulan bebas, dan bagaimana mengatasi peredaran narkoba. Kemodernan bagi Risma lebih kepada menjaga perkampungan yang masih mempertahankan kearifan lokalnya dan ciri kebudayaan.
"Awalnya, saya dapat pesan khusus dari UN bahwa ada penduduk yang mau dihancurkan tempatnya. Makanya ada diskusi seperti ini. Jadi, sebenarnya perkampungan itu bukan soal perkumuhan, kriminalisme, tapi apa yang bisa membuatnya menjadi bagus," tegas dia.
(ze/bdh)
from http://ift.tt/29Zswzv
Keberhasilan pembangunan Kota Surabaya yang diiringi dengan kebersihan serta penataan kampung mencuri perhatian Wali Kota Myanmar Maung Maung Soe. Dia ingin menjadikan kotanya seperti Kota Pahlawan.
Di sela-sela rapat maraton penutupan The Third Session Of The Preparatory Committe For Habitat III (Prepcom), Maung menyempatkan melakukan pertemuan empat dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Balai Kota Surabaya, Rabu (27/7/2016).
Dengan suasana serius namun santai, kedua Wali Kota ini saling berbagi pengalaman menata kota. Pertemuan yang berlangsung singkat namun banyak pelajaran yang diambil Maung, akhirnya keluar dari ruang kerja Risma dengan wajah ceria dan puas.
Maung Maung Soe dengan senang hati menceritakan masalah yang sedang dihadapi di wilayah kepimpinannya dan mendapatkan banyak ilmu dari sosok Risma yang dikenal tegas untuk masalah kebersihan kota.
Bagi Maung Maung Soe, keberhasilan Kota Surabaya dalam membangun kota tapi tetap bisa mempertahankan kearifan lokal di kampung. Pihaknya pun iri dan ingin menerapkan ide pembangunan kota yang digunakan Walikota perempuan pertama di Surabaya ini.
"Meskipun tidak 100 persen, setidaknya saya bisa menerapkan di Myanmar. Mulai dari teknologi, strategi. Surabaya akan menjadi sebuah contoh bagi saya untuk dapat merubah masalah yang sedang saya hadapi saat ini," katanya.
Selain penataan kampungnya, Maung Maung Soe juga kepincut dengan keasrian Kota Surabaya dalam pengelolaan limbah sampahnya. Mulai Reuse, Reduce, dan Recycle (3R) hingga pengelolaan limbah yang bisa dijadikan listrik.
"Saya juga berterimakasih kepada UN Habitat karena akhirnya saya dipertemukan dengan orang-orang yang pintar dalam mengelola perkotaannya. Karena saya memang sedang mencari kota yang penataan dan pembangunnya sedang berkembang dan maju," jelas dia.
Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ditemui seusai diskusi mengatakan bahwa Wali Kota Myanmar sedang mencari solusi untuk pembanguan dan perkembangan kotanya. Sebab, saat ini Maung Maung Soe sedang mencari jalan keluar atas permasalahan terkait pemindahan perkampungan yang melibatkan 400 ribu orang.
"Dia ini mau pindah perkampungan, dari sini di pindah ke tempat lain. Kan gak mungkin, iya kalau warganya sendiri dengan senang hati pindah, kalau iya seperti itu kita kan enak tinggal santai. Lah kalau gak mau bagaimana, kerjanya mereka pie, itu yang harus dipikirkan juga, bukan asal memindahnya loh," terang dia.
Risma menilai, kemajuan perkotaan dan modern itu bukan dilihat dari pembangunan gedung tinggi, atau pusat perbelanjaan. Melainkan, bagaiman mengatasi adanya kenakalan remaja, pergaulan bebas, dan bagaimana mengatasi peredaran narkoba. Kemodernan bagi Risma lebih kepada menjaga perkampungan yang masih mempertahankan kearifan lokalnya dan ciri kebudayaan.
"Awalnya, saya dapat pesan khusus dari UN bahwa ada penduduk yang mau dihancurkan tempatnya. Makanya ada diskusi seperti ini. Jadi, sebenarnya perkampungan itu bukan soal perkumuhan, kriminalisme, tapi apa yang bisa membuatnya menjadi bagus," tegas dia.
(ze/bdh)
from http://ift.tt/29Zswzv
Tag :
NEWS
