| PENGAMANAN TEMPAT IBADAH : Aparat kepolisian melakukan pengamanan Vihara Buddha Tirta di Lhokseumawe, Aceh, Minggu (31/7), pascakerusuhan di Kota Tanjung Balai, Sumatra Utara (SM/Antara) |
MEDAN - Polisi menetapkan 12 orang sebagai tersangka dalam kerusuhan di Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara. Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Sari Ginting di Medan, Minggu (31/7), mengatakan delapan orang ditetapkan sebagai tersangka karena mencuri saat kerusuhan terjadi.
Adapun untuk kasus perusakan tempat ibadah, kepolisian menetapkan empat tersangka. Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, kerusuhan yang terjadi pada Jumat (29/7) malam itu disebabkan adanya masalah antarindividu bertetangga.
Kemudian beredar isu tidak benar dan timbullah kerusuhan. Akibatnya, 10 tempat ibadah dirusak. Namun, pada Minggu, situasi sudah kondusif.
Untuk itu, Kapolri mengimbau masyarakat tak menyebar isu tak jelas di media sosial. ”Saya imbau kepada netizen tolong jangan sebarkan isu negatif yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Kasihan masyarakat dan rakyat kalau terprovokasi,” tegas Kapolri di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (31/7), usai mengunjungi lokasi kerusuhan di Tanjungbalai.
Tindak Tegas
Tito mengatakan situasi di Tanjungbalai sudah kondusif setelah dilakukan pertemuan yang melibatkan sejumlah elemen masyarakat pada Sabtu (30/7), termasuk perwakilan tokoh agama. Dia menegaskan kerukunan umat beragama harus terus dijaga.
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid meminta agar dalang dan provokator kerusuhan ditindak tegas. Hidayat mendorong kepolisian benar-benar melakukan penegakan hukum yang adil, profesional, dan proporsional.
Untuk itu, Kapolri mengimbau masyarakat tak menyebar isu tak jelas di media sosial. ”Saya imbau kepada netizen tolong jangan sebarkan isu negatif yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Kasihan masyarakat dan rakyat kalau terprovokasi,” tegas Kapolri di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (31/7), usai mengunjungi lokasi kerusuhan di Tanjungbalai.
Tindak Tegas
Tito mengatakan situasi di Tanjungbalai sudah kondusif setelah dilakukan pertemuan yang melibatkan sejumlah elemen masyarakat pada Sabtu (30/7), termasuk perwakilan tokoh agama. Dia menegaskan kerukunan umat beragama harus terus dijaga.
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid meminta agar dalang dan provokator kerusuhan ditindak tegas. Hidayat mendorong kepolisian benar-benar melakukan penegakan hukum yang adil, profesional, dan proporsional.
”Saya berharap betul-betul dibongkar apa permasalahan dan siapa provokatornya,” kata Hidayat usai menjadi pembicara pada acara Konferensi Internasional Islam Washatiyah di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Minggu.
Dia meminta masyarakat bisa menahan diri dari informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Mantan Presiden PKS ini juga berharap, agar seluruh umat beragama bisa saling menghormati dalam menjalankan ibadah.
Dia meminta masyarakat bisa menahan diri dari informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Mantan Presiden PKS ini juga berharap, agar seluruh umat beragama bisa saling menghormati dalam menjalankan ibadah.
Ketua DPR Ade Komarudin meminta masyarakat khususnya masyarakat Tanjungbalai dan sekitarnya untuk tetap menjaga persatuan dan mengedepankan sikap toleransi agar tindakan anarkistis tidak terjadi lagi. (sm,ant,dtc)
Tag :
NEWS
