Sakit Menahun, Warga Sale Nekat Gantung Diri - BritaBlog

Sakit Menahun, Warga Sale Nekat Gantung Diri
Illustrasi : Istimewa
REMBANG,  panturaNews.info  --  Aksi nekad dilakukan oleh Ngatini (50), warga Rt 2 Rw 6 Dukuh Koang Desa/Kecamatan Sale. Perempun tiga putra itu nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di dapur rumahnya. Diduga, aksi nekat tersebut didasari oleh rasa frustasi lantaran korban cukup lama menderita sakit stroke.

Jasad Ngatini pertama kali ditemukan oleh suaminya, Mukarno (64) pada Senin (19/7) sekitar pukul 08.15. Saat pertama kali ditemukan, Ngatini tewas dalam posisi menggantung dengan mengikatkan tali pada kayu di ruang bagian dapur rumah.

Menurut keterangan Kapolsek Sale, AKP Isnaeni, penemuan jasad Ngatini bermula saat kecurigaan tetangga yang melihat kambing berhamburan dari belakang rumahnya. Seketika tetangga menginformasikan hal itu kepada Mukarno yang sedang berada di luar rumah.

Terkejut 

Saat Mukarno memasukan kambing ke dapur, ia terkejut melihat istrinya sudah dalam posisi menggantung. Selanjutnya ia bersama tetangga langsung memotong tali di yang digunakan oleh istrinya untuk melilit lehernya.

“Jadi menurut suaminya, sebelum gantung diri korban berada di dapur dan mengeluh soal harga ikan yang semakin tinggi. Kemudian suami korban keluar dan saat kembali untuk memasukan kambing korban sudah dalam posisi menggantung,” terang Isnaeni.

Menurut Isnaeni, Mapolsek Sale segera berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Rembang untuk memastikan penyebab kematian korban. Berdasarkan hasil visum, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Setelah dilakukan identifikasi oleh Tim Inafis selanjutnya jasad korban segera dimakamkan oleh keluarga.

Sementara itu, Suparman, kerabat dekat mengatakan, beberapa minggu sebelum gantung diri korban sempat mendatangi rumahnya. Ketika itu, korban mengatakan jika akan menjual perhiasan miliknya.

Uang hasil penjualan itu sedianya untuk membayar hutan kepada kerabat yang ada di Kecamatan Kragan. “Malah korban sempat bilang ke saudaranya, ‘meninggal tidak apa-apa, yang penting tidak meninggalkan hutan’,” kata Suparman. (SM Network)


Tag : NEWS
Back To Top