RADAR ACEH I Banda Aceh, Berbicara tentang seni budaya, kita bersyukur bahwa Aceh memiliki banyak khazanah seni budaya yang merupakan warisan tak ternilai yang telah mengakar sejak masa endatu.
Beberapa dari seni budaya tersebut telah sejak lama dikenal luas oleh masyarakat luar Aceh, sampai ke mancanegara salah satunya adalah tari saman yang berasal dari dataran tinggi Gayo.
Tari Saman ditetapkan UNESCO sebagai daftar Representatif budaya takbenda warisan manusia dalam Sidang ke - 6 komite antar pemerintah untuk pelindungan warisan budaya.
UNESCO di Bali, 24 November 2011, keberhasilan tari saman masuk dalam daftar warisan budaya dunia ini, tidak terlepas dari upaya dan kerja keras seluruh pihak, terutama pelaku seni dan juga pemerintah dalam melestarikan dan menjaga tarian ini.
Karena itu, pemerintah Aceh, melalui dinas kebudayaan pariwisata dan jajaran pemerintahan terkait lainnya akan tetap menempuh berbagai langkah agar kekayaan seni dan budaya kita tetap dilestari kata Gubernur Aceh dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Reza Fahlevi (19/10).
"Kita juga berbangga bahwa dengan kerjasama serta kerja keras seluruh pinak, Aceh berhasi tampil sebagai pemenang pada Kompetisi Pariwisata Halal Nasional 2016 yang diselenggarakan Kementerian pariwisata RI. Aceh berhasil menggondol juara untuk 3 (tiga) kategori, yaitu: Destinasi Budaya Ramah wisatawan Muslim Terbaik 2016; Airport Ramah Wisatawan Muslim Terbaik 2016; dan Daya Tarik wisata Terbaik 2016.
Dengan keberhasilan itu, maka Aceh menjadi salah satu nominator yang mewakili Indonesia pada ajang World Halal Travel Awards 2016 di Abu Dhabi (Uni Emirat Arab), pada November 2016. Kita berdoa, semoga Aceh mampu menjadi salah satu yang terbaik pada ajang internasional" Ujar Reza
Reza Mengungkapkan kita bersyukur bahwa kits memiliki Balai Pelestarian NiaiBudaya Aceh (BPNB) yang dalam karya-karya seni adisional ini BPNB telah melakukan berbagai upaya untuk yang hampir punah di Aceh melalui rangkaian kegiatan yang berkelanjutan, dimulai dari FGO yang melibatkan para akademisi dan pegiat seni dilanjutnya dengan survey, penulisan, pelatihan dan seterusnya hingga akhirnya berpuncak pada serasehan yang kita laksanakan malam ini, semua rangkaian itu adalah tahapan yang telah berjalan dalam rangka memunculkan kembali kesenian langka di daerah ini, Dari penggalian yang dilakukan sementara ini ada empat kesenian yang menjadi sasaran revitalisasi tersebut, yaitu Tari Laweut (dari Banda Aceh), Rapai Geurimpang
(pidie), Tarl Landog sampot (Aceh Selatan) Tari sining Aceh tengah). Berkat upaya yang dilakukan BPNB karya-karya seni itu akan dapat kita lihat kembali.
Mudah-mudahan kerja mulla ini memberi hasil maksimal, sehingga
karya seni langka itu dapat tampil kembali ke permukaan.
Reza Mengharapkan untuk semua pihak yang telah ikut membantu dan berpartisipasi dalam penyelenggaraan program ini, juga tak lupa kami ucapkan terima kasih yang tak terhingga Dan untuk seluruh peserta sarasehan ini kami ucapkan terima kasih atas kehadiran dan partisipasi aktifnya. diharapkan gunakan kesempatan ini untuk menyumbang saran dan pemikiran pemikiran membangun demi pengembangan seni tradisi di masa mendatang. (Hsi)
