RADAR ACEH I Banda Aceh, Gubernur Aceh telah menginstruksikan Kepala Badan Arsip Dan Perpustakaan Aceh agar melakukan terobosan yang strategis untuk mendorong masyarakat Aceh gemar membaca Untuk itu segala upaya untuk mensukseskan programkegemaran, baik yangdiselenggarakan di sekolah, di kantor-kantor desa, dikampus, dan tempat umum lainnya. Dengan demikian budaya membaca tidak hanya sekedar tren, tapi menjadi kebutuhan vital bagi semua masyarakat.
Membaca merupakan bagian penting dalam pendidikan. Jika generasi kita tidak tertarik membaca, maka dunia pendidikan kita akan terpuruk. Itupula sebabnya, kualitas pendidikan di suatu wilayah dapat dilihat darikegemaran masyarakatnya dalam membaca, Sayangnya minat masyarakat kita dalam membaca masih sangat rendah.
Survey DATA STATISTIK SOSIAL BUDAYA Tahun 2012 menunjukkan angka sebesar 91,68 persen. kata Gubernur Aceh H Dr Zaini Abdullah dalam sambutannya yang di bacakan oleh Staf Ahli Bidang Keistemewaan Bidang Keistimewaan dan Kesejahteraan gubernur Aceh Helvizar Ibrahim(18/10).
"Masyarakat Indonesia berusia 10 tahun ke atas lebih menyukai acara-acara hiburan di televisi. Hanya 17,66 persen yang suka membaca surat kabar, buku atau majalah Demikian juga dengan Riset UNESCo pada tahun 2012vyang menemukan hanya satu dari 1000 orang masyarakat Indonesia yang suka membaca.
Tak heran jika majalah ORGANIZATION FOR ECONOMIC cooPERATION AND DEVELOPMENT (OECD) tahun 2009 menempatkan Indonesia pada posisi terendah dari 52 negara di Asia Timur dalam hal minat baca masyarakatnya Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan kita semua Jika minat membaca ini masih kurang, bisa dipastikan kualitas SDM kita akan terpuruk" Ujar Gubernur Aceh.
Gubernur Aceh mengungkapkan kita tidak akan mampu bersaing di tingkat global, di mana masyarakatnya begitu gemar membaca untuk menggali ilmu.
Bahkan di negara-negara maju, membaca sudah menjadi budaya bagi semua orang Agar tidak tertinggal dari bangsa lain, maka gerakan membaca harus kita galakkan di semua lapisan masyarakat.
Berbagai cara harus kita lakukan untuk mendorong semua orang suka membaca. Salah satunya dengan menyelenggarakan "Hari Kunjungan Perpustakaan
dan gema membaca" yang telah dicanangkan setiap tanggal 14 September di Indonesia.
"Adik-adik kami para pelajar dan mahasiswa yang hadir
pada acara ini, diharapkan bisa menjadi motor untuk
kampanye tersebut, sehingga dengan membaca kita bisa
mencetak generasi muda Aceh yang cerdas dan berkualitas" Pinta Gubernur Aceh
Gubernur Aceh mengharapankan Kepada semua pihak yang telah mendukung kampanye membacab ini, Semoga perjuangankita untuk membudayakan membaca di masyarakat Aceh jangan pernah berhenti Bersama-sama kita sukseskan gerakan "Tiada Hari Tanpa Membaca bagi masyarakat Aceh" sehingga kita mampu mewujudkan Aceh yang jaya dan sejahtera,(Hsi).
