Fakhrurrazi H Cut Panglima Politik di Aceh Utara

RADAR ACEH | Aceh Utara, Pasca hiruk-pikuk siapa yang kelak menjadi kandidat bupati Aceh Utara. Yang akhirnya rontoknya nama Sulaiman Ibrahim dari bursa kandidat, serta yang terpilih Fakhrurrazi H Cut dan Mukhtar Daud SKH. Maju melalui jalur perseorangan (independen).

Ayah Panton pun sempat meradang. Namun akhirnya, Fakhrurrazi H Cut dan Mukhtar Daud SKH, didapuk untuk tetap kokoh di jalur perseorangan setelah melewati beberapa tahap persyaratan (KIP) Aceh Utara.

Menjadi Calon bupati atau nama lainnya– bagi Fakhrurrazi H Cut atau yang akrab disapa F Rozi, ini merupakan pesta demokrasi yang menarik. Masa depan Aceh Utara dibebankan ke pundak lelaki bertubuh tegap juga jebolan IPB-Bogor Jawa Barat ini.

Fakhrur razi atau yang akrab disapa kibo oleh teman-teman, seorang aktivis eksternal kampus, dalam sebuah diskusi mengatakan, Fakhrurrazi H Cut adalah Panglima Politik. Ia seorang  pengusaha dan politis yang handal di kalangan pemuda Aceh. Kulitnya memang tidak putih. Namun seribu satu cara selalu ia miliki, untuk mencapai tujuan. "F Rozi banyak akal!," kata Fakhrur razi yang akrab di sapa kibo.

Apa yang diutarakan oleh kibo, bukanlah rahasia serta bukan isapan jempol belaka. Fakhrurrazi H Cut adalah salah satu pengusaha muda yang sampai sekarang masih terus eksis, melampaui generasinya.

Bahkan "mengalahkan" orang-orang sebelumnya. Perannya di Aceh Utara dan tingkat nasional tidak bisa dinafikan. Ia adalah aktor pengusaha dari beberapa project yang di garap di anggaran APBN membuahkan hasil gemilang.

Umur boleh muda, tapi soal isi kepala, Demikian orang berpendapat. Kini, Masyarakat Aceh Utara mengamanatkan sebuah tugas besar ke pundak dua anak muda tersebut. Fakhrurrazi H Cut dan Mukhtar Daud SKH yang maju melalui jalur independen (perseorangan) harus menang di Aceh Utara. Ini bukan perkara mudah. Sekarang tahun 2016. bukan tahun 2012. Kompetitor serius hadir untuk merebut kursi resep tangan Bupati Aceh Utara. Ada M Nasir, cek mad dan Ibnu Hajar yang punya taring.

Lalu mampukah pasangan  Fakhrurrazi H Cut dan Mukhtar Daud SKH melakukan revolusi di Aceh Utara. Mengingat KPA juga terbelah, sebagian bersetia bersama Fakhrurrazi H Cut dan sebagian bersetia bersama Muhammad taib, bahkan ada yang lari ke kandidat lain atas nama personal.

Kibo dan teman-teman telah berhitung. Mereka sudah menurunkan boh thek-thok.

Terpilihnya Majunya Fakhrurrazi H Cut –sekali– lagi membuktikan diri, tidak lahir dari pembelian lotre. Ia dipilih dari perhitungan politik yang matang. Benarkah ia akan mampu memenangkan Aceh utara satu dengan sempurna? Kiranya waktu yang akan menjawab. Bila berhasil, maka sahihlah gelarnya sebagai Panglima Politik di Aceh Utara ini. Pantas ditunggu,(RI,01)

Tag : NEWS
Back To Top