RADAR ACEH | Pidie, Wakil ketua eksternal APPI ( Aliansi Pemuda Pidie ), Muhammad Nur atau yg lebih di kenal dengan sapaan Kapten Nu meminta kepada DPRK Pudie jangan terlalu jauh mencampuri urusan panwaslih dan KIP, Selasa (18/10).
Kita mendesak KPU dan Banwaslu pusat untuk mengambil alih pelaksanaan Pilkada di Pidie, kalau ini terus di biarkan maka rakyat Pidie tidak percaya lagi dengan KIP Dan Panwaslih karena mereka sudah di intervensi oleh pihak DPRK yang 100 persen berpihak pada calon incumbent Sarjani.
DPRK Pidie dinilai sudah menciptakan kegaduhan yang baru maka gerakan rakyat Pidie akan melawan kezaliman itu.
Tambahnya lagi sangat kita sayangkan kenapa lembaga wakil rakyat justru terlibat langsung untuk mengintervensi KIP dan Panwaslih dan ini bentuk kezaliman yang sudah di dipertontonkan oleh DPRK Pidie kepada rakyat.
Keputusan KIP kemarin sudah jelas ke tiga pasangan calon Bupati Pidie yaitu, Sarjani Abdullah, Roni Ahmad Dan Tarmius, yang sudah diberitakan oleh salah satu media lokal Aceh pada hari kamis tanggal 13 Oktober tahun 2016, sudah lulus syarat administrasi tetapi DPRK Pidie sengaja menyulut api dengan ikut mengintervensi KIP,"tutupnya,(A,007).
