RADAR ACEH | Pidie, Ratusan masyarakat dan Pemuda Pidie melakukan Aksi Demontrasi Pilkada Damai di depan gedung DPRK Pidie, Para pemuda Dan Masyarakat meminta DPRK Pidie untuk tidak menciptakan Kegaduhan Politik dan tidak mengintervinsi Tugas KIP dan Panwaslih Pidie, Selasa (18/10).
Koordinator aksi Faisal Delima dalam orasinya, Meminta DPRK Pidie untuk tidak mencipatakan kegaduhan politik dengan cara melakukan intervensi tugas penyelenggara pemilu (Kip dan Panwaslih) apalagi dengan mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang mengandung ancaman kepada penyelenggara pilkada.
Tindakan DPRK Pidie tersebut sudah mengidenvikasikan ada upaya untuk menggagalkan pasangan calon tertentu yang di lakukan secara sistimatis, sehingga mengakibatkan Panwaslih bagaikan"boh Simalakama,"ucap kordinator aksi dalam orasinya.
Ia juga menyayangkan kenapa lembaga wakil rakyat, dari komisi A DPRK Pidie justru terlibat langsung untuk mengintervensi KIP dan Panwaslih.
Ia juga menambahkanwawasan agar DPRK Pidie harus Netral dalam mengambil sikapnya khusus dalam masalah pilkada,"ungkapnya.
Masyarakat dan pemuda Kabupaten Pidie mendukung serta mendorong KIP dan Panwaslih serta penegak hukum untuk melakukan tugas dan fungsinya sesuai dengan perundang undangan yang berlaku,"ujarnya lagi.
Masyarakat kabupaten Pidie yang tergabung dalam aksi pilkada damai mengajak seluruh lapisan elemen masyarakat untuk menjaga dan mengawal proses pelaksanaan pilkada sampai dengan selesai,yaitu tahapan demi tahapan, sehingga terwujudnya pilkada damai adil dan jujur.
Wakil Ketua DPRK Pidie, Jamaluddin.SP mengatakan dalam surat pernyataan yang di tandatangani bersama,
Kami di DPRK Pidie bersedia menghadirkan anggota DPRK dari komisi A DPRK Pidie pada hari kamis tanggal 20 Oktober pada pukul 10.00 Wib di DPRK Pidie dalam rangka menerima peserta orasi dari masyarakat dan pemuda Pidie,"katanya,(A,007).
