RADAR ACEH | Bireuen, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Aceh memang akan dihelat pada 2017 mendatang, namun perang pemilihan pemimpin ini sudah mulai ditabuh. Sayup suaranya kini mulai terdengar, semakin hari semakin nyaring, lantang dan kian bergermuruh saat masa-masa kampanye nantinya. Perang kata-kata buaian janji akan ditaburkan, kadang melampau batas batas etika dan rasio. Uniknya selalu saja ada masyarakat kita yang terbuai oleh janji-janji manis.
Meski kencah politik selalu dibalut oleh nuansa keburaman moral namun ia selalu mengandung janji manis yang sungguh mempesona. Tidak hanya rakyat biasa, kaum terpelajar pun kadang tidak bisa lepas dari jeratnya. Di Aceh isu politik selalu saja menjadi topik utama tidak hanya di warung kopi tapi juga menghiasi obrolan pagi di institusi resmi swasta dan pemerintahan.
Begitu menariknya persoalan politik bagi masyarakat Aceh, apalagi ketika dikaitkan dengan ajang pemilihan pemimpin yang diharapkan akan mampu membawa Aceh ke arah yang lebih menjanjikan. Harapan ini sejalan dengan makna pemimpin itu sendiri yang dipahami sebagai sosok yang mampu menginspirasi dan membawa komunitasnya menuju tujuan yang ditetapkan bersama. Pemimpin adalah sosok kharismatik yang mampu menanamkan semangat memiliki sehingga ia mampu menggerakkan komunitasnya menuju perubahan. Dalam konsep sosiologi pemimpin itu merupakan agen perubahan yang mampu merangkul kekuatan personal.
Ketertarikan masyarakat Aceh ini terhadap politik dan kepemimpinan ini sudah tertanam dari dulu. Hal ini bisa dipahami mengingat bahwa dalam sejarahnya memang Aceh ini selalu ditakdirkan sebagai wilayah penuh dinamika ektrim dan konflik yang seakan tidak berujung. Suasana ini membuat eksistensi pemimpin sebagai sebuah keniscayaan. Mereka yang diharapkan menjadi sosok yang dapat menyelesaikan problem yang dihadapi. Masyarakat Kabupaten Bireuen mempunyai kriteria yang cukup ketat tekait sosok pemimpin yang layak dan sudah terbukti .Pemimpin yang sesungguhnya adalah pemimpin yang berjiwa besar, berani mengorbankan kepentingan pribadi dan kelompok demi kemasyarakatan rakyat yang lebih luas.
Nasib Bireuen lima tahun ke depan akan ditentukan pada 15 februari 2017. Pada hari "H" pilkada 2017 itu rakyat akan memilih pemimpinnya. Sesosok pemimpin yang bisa mewujudkan aspirasi rakyatnya khususnya masyarakat kabupaten Bireuen.
Namun kami berharap Bupati Bireuen Adalah Bupati yang the best yang pernah ada .Iya bisa mendapat penghargaan WTP dua kali berturun-turun pada tahun 2015 sampai 2016. Ini sejarah bagi kabupaten Bireuen. Memiliki pimpinan yang the best yang pernah ada. Dan kami berharap Bupati Bireuen akan di menangkan oleh Bupati sekarang yaitu Bupati Ruslan ,yang sudah terbukti dan ramah santun dalam menghadapi rakyatnya.
Begitu juga dengan Ulama kharismatik Aceh, Tgk H Muhammad Amin (Abu Tumin) Blang Bladeh menyatakan.
Dalam kondisi hari ini, saya berpendapat dan juga mengajak masyarakat Kabupeten Bireuen, berilah kesempatan sekali lagi kepada Ruslan untuk memimpin kembali Bireuen periode lima tahun ke depan. Karena kenyataan selama ini, banyak sekali program pembangunan yang sudah dilakukan Ruslan untuk kepentingan masyarakat Bireuen," ucap Abu Tumin. (M. Reza)
