MODERNISASI PROFESIONALISME TNI

By : Wibowo

Sebuah analisis yang dipublikasikan Global Fire Power (GFP) belum lama ini memberikan evidence yang obyektif untuk menunjukkan peta kekuatan militer negara-negara di seluruh dunia.

Berdasarkan uji data yang mendukung kekuatan militer, daya tahan, stamina dan survival yang mendukungnya, Indonesia berada pada tempat terhormat, di urutan ke-13 (bahkan pasukan khusus Indonesia berada pada posisi ke-3 setelah SAS Inggris dan Mossad Israel). Kekuatan militer Indonesia menduduki puncak klasemen di kawasan ASEAN, bahkan mengungguli kekuatan militer Australia yang ada di posisi ke-24 ranking militer di dunia.

"Si Vis Pacem Para Bellum – If You Wish for Peace, prepare for War"
(Jika kita berharap di kondisi damai, artinya kita harus mempersiapkan diri untuk perang. Jika kita tidak pernah siap untuk perang, maka bukan tidak mungkin, kita akan diperangi).

Menurut Clausewitz, perang adalah kelanjutan politik dengan cara lain. Peperangan adalah sah-sah saja untuk mencapai tujuan nasional bangsa. Pemikiran inilah yang membenarkan Prusia sehingga menimbulkan perang Dunia Pertama dengan kekalahan pihak Prusia.

Geopolitik adalah landasan bagi tindakan politik dalam perjuangan kelangsungan hidup untuk mendapatkan ruang hidup (wilayah).  Sir Halford Mackinder (konsep wawasan benua). Teori ahli Geopolitik ini menganut "konsep kekuatan". la mencetuskan wawasan benua (heartland theory), yaitu konsep kekuatan di darat.

Ajarannya menyatakan, "Barangsiapa yang dapat mengusai "daerah jantung", yaitu Eropa dan Asia, maka ia akan dapat menguasai "pulau dunia" yaitu Eropa, Asia, Afrika dan akhirnya dapat mengusai dunia.

Teori Raleigh dan Thayer Mahan pada dasarnya adalah teori kekuatan lautan/bahari.

Mereka mengatakan bahwa siapa yang menguasai lautan akan menguasai jalur perdagangan dunia, yang berarti menguasai kekuatan dunia sehingga akhirnya akan dapat menguasai dunia.

Barangsiapa menguasai lautan akan menguasai "perdagangan". Menguasai perdagangan berarti menguasai "kekayaan dunia" sehinga pada akhirnya menguasai dunia.

Jika konteksnya adalah membakar semangat rakyat, maka Bung Karno adalah seorang orator ulung.

Bahkan paling unggul pada zamannya. Sebaliknya, jika ia berteriak karena terinjak dan teraniaya harga dirinya sebagai presiden dan kepala negara, maka Soekarno adalah presiden paling berani yang pernah hidup di atas bumi ini.

Pada tahun 1960, Belanda masih menduduki wilayah Papua. Melihat kekuatan militer Republik Indonesia yang makin hebat, Belanda yang didukung Barat membentuk negara boneka yang seakan-akan merdeka, tapi masih dibawah kendali Belanda. Presiden Soekarno segera mengambil tindakan progresif dengan tujuan membebaskan Papua dari kolonialisme Belanda.

Soekarno segera mengeluarkan maklumat "Trikora" di Yogyakarta, yang isinya adalah, 1) Gagalkan pembentukan negara boneka Papua buatan kolonial Belanda, 2) Kibarkan Sang Saka Merah Putih di seluruh Irian Barat, dan 3) Bersiaplah untuk mobilisasi umum, mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air bangsa.

Karena mesranya hubungan Indonesia dan Uni Sovyet, maka Indonesia membeli peralatan militer besar-besaran kekuatan armada laut dan udara militer termaju dengan nilai 2.5 miliar dollar AS. Saat itu, kekuatan militer Indonesia menjadi yang terkuat di belahan bumi Selatan. Akhirnya, pada 1 Mei 1963, Papua kembali ke pangkuan Republik Indonesia.

Presiden Soekarno adalah seorang ahli strategis dengan mengkombinasikan 4 (empat) teori yang dijelaskan di atas untuk membangun kekuatan angkatan perang TNI dan strategi militer dalam menghadapi kolonialisme Belanda dan sebagai kekuatan militer yang terbesar dan terkuat di dunia yang berpedoman kepada profesionalisme prajurit.

Ia menggunakan diplomasi sekaligus kekuatan militer TNI untuk menekan Presiden AS John F. Kennedy pada waktu itu.

Tujuan modernisasi profesionalisme TNI bukan saja terletak pada kuantitas dan kualitas prajurit dan alutsista TNI, tapi juga TNI harus pandai memahami kemajuan teori-teori dan paham strategi militer yang berkembang saat itu dan saat kini, sehingga modernisasi profesionalisme TNI menjadi: 1) Kekuatan angkatan perang Indonesia yang mampu menjaga dan melindungi negara kepulauan terbesar di dunia, populasi 245 juta jiwa, sumberdaya alam yang kaya, dan aset ekonomi lainnya, 2) Kekuatan angkatan perang yang mampu melakukan intervensi militer terhadap negara lain jika jalan diplomasi menemui jalan buntu, atau gagal.

Penulis Dosen/Kp Perpustakaan STISIP Syamsul Ulum

Tag : NEWS
Back To Top