Tim Harus Jadi Mencapai 20 Persen Dari Pemilih Yang Ada

RADAR ACEH | Bireuen, dengan lantunan ayat suci Al Qur'an, yang dilanjutkan dengan Shalawat Badar.

"Kita harapkan 60 persen pemilih di Samalanga H Ruslan M Daud dan H Djamaluddin Idris," kata Muzakir Zulkifli, Ketua Tim Pemenangan Harus Jadi Kabupaten.

"Mari sama-sama kita menangkan H Ruslan dan Tgk Djamaluddin," kata Muzakir.

"15 Pebruari 2017, jangan lupa untuk mencoblos Nomor Urut 1," ulang Muzakir kepada tim yang akan dilantik untuk bekerja maksimal, agar tidak mengecewakan diri sendiri dan kandidat yang diusung.

"Apakah saudara-saudara sebagai tim, siap memenangkan pasangan Harus Jadi Pilkada nanti," tanya Muzakir kepada tim yang akan dilantik. "Siap...!" teriak seluruh tim menjawab pertanyaan Muzakir.

Muzakir juga mengucapkan terima kasih kepada tim yang sudah bekerja sebelumnya saat mengumpulkan KTP, sehingga bisa mengantar pasangan H Ruslan M Daud dan H Djamaluddin Idris untuk ikut bertarung pada Pilkada Bupati 2017 nanti.

"Jumlah anggota tim yang sudah dibentuk saat ini mencapai 20 persen dari jumlah pemilih yang ada di Kabupaten Bireuen," kata Muzakir.

Mantan Sekjen Partai Aceh itu menambahkan, SK Tim Pemenangan Harus Jadi Kecamatan Samalanga dibuat untuk melegalkan kerja relawan dan pendukung yang tergabung dalam tim kecamatan.

"Jumlah pemilih di Kecamatan Samalanga sekitar 18.000 pemilih, dengan kerja keras dari seluruh tim, kita bisa meraih suara terbanyak pada Pilkada nanti," kata Muzakir.

Ketua Tim Pemenangan Harus Jadi Kabupaten, Muzakir Zulkifli membacakan Surat Keputusan Tim Pemenangan Harus Jadi Kecamatan Samalanga, yang kemudian dilantik oleh H Ruslan M Daud dan pasangannya H Djamaluddin Idris.

Ketua Tim Pemenangan Harus Jadi Kabupaten, Muzakir Zulkifli mengharapkan kepada tim yang sudah dilantik agar bekerja keras untuk memenangkan pasangan Harus Jadi. Tim adalah corong penyambung lidah yang bertugas menyampaikan apa yang menjadi visi dan misi kandidat nomor 1 kepada masyarakat.

Selanjutnya Pasangan Calon Petahana, H Ruslan M Daud dan H Drs Djamaluddin Idris yang dikenal dengan slogan Harus Jadi, melantik dan menyerahkan SK Tim Pemenangan Harus Jadi Kecamatan Samalanga.

"Tgk Djamaluddin Idris adalah pimpinan dayah Darussaadah Cot Bada Barat, beliau juga Imam Besar Mesjid Agung Sulthan Jeumpa Bireuen," kata Tarmizi Age, memperkenalkan calon wakil pendamping H Ruslan M Daud.

"Melanjutkan pembangunan lebih mudah daripada memulai pembangunan," terang pria yang sebelumnya menetap di Denmark. Menurutnya, perlu keikhlasan untuk membangun daerah.

"H Ruslan M Daud adalah salah seorang tokoh yang ikut terlibat pada perundingan di Helsinki," terang pria yang akrab disapa Mukarram.

Mantan Panglima Muda Daerah I Wilayah Batee Iliek Tarmizi yang akrab disapa Mandala, terkejut melihat bahwa ternyata ramai pendukung H Ruslan dan Tgk Djamaluddin.

"Saya pikir di sini tidak banyak pendukung Harus Jadi, ternyata banyak," Kata Mandala. Dia menerangkan kepada tim yang dilantik bahwa dirinya mendukung H Ruslan M Daud karena program yang sudah dan sedang dikerjakan oleh beliau selama memimpin Kabupaten Bireuen sangat pro rakyat.

"Sudah banyak pembangunan dan perubahan Bireuen selama dipimpin oleh H Ruslan, dibandingkan bupati-bupati sebelumnya," ungkap Mandala. Ditambahkannya, sebagai bupati H Ruslan M Daud selalu turun langsung ke lapangan. Jika ada masyarakat yang ditimpa musibah seperti kebakaran atau bencana alam lainnya, beliau langsung datang untuk melihat dan membantu masyarakat tersbut. Mandala juga mengatakan bahwa dia tidak sendiri di belakang H Ruslan, karena banyak mantan kombatan yang berdiri di belakang beliau.

Syech Khalil, Ketua Front Pembela Islam (FPI) Bireuen dalam sambutannya mengatakan, bahwa tadi di Kota Bireuen telah diadakan deklarasi damai oleh kelima pasangan kandidat.

"Sekarang yang dibutuhkan adalah akar, siapakah akar itu?" tanya Syech Khalil dalam sambutannya. Beliau menjelaskan bahwa yang menjadi akar adalah tim yang akan dilantik. Karena menurutnya, tanpa akar sebatang pohon tidak akan hidup.

Untuk itu Syech Khalil meminta kepada tim yang akan dilantik agar bekerja dengan etika. Sebab pasangan kandidat Harus Jadi yang diusung oleh tim ini juga didukung penuh oleh ulama.

"Jagalah akhlakul karimah," tegas Syech Khalil.

"Masyarakat Bireuen masih tinggi menjaga nilai-nilai agama," tambahnya. Kalaupun nanti ada tim dari kandidat lain yang menjelek-jelekkan pasangan Harus Jadi, biarkan saja.

"Jangan karena Pilkada, kita harus bertengkar sesama muslim," kata Syech Khalil mengakhiri sambutannya.

"Pembangunan selama H Ruslan, sudah cukup mantap" kata Tgk Zulkifli Muhammad. Menurut Pimpinan Dayah Darul Khairat, Tgk Zulkifli yang kerap disapa Abu Dun juga menjelaskan bahwa pembangunan yang dilakukan oleh H Ruslan pondasinya sudah cukup kuat. Menurutnya, jika pondasi itu tidak dilanjutkan, pembangunan akan amburadul.

"Oleh karena itu, usahakanlah untuk kembali memenangkan pasangan Harus Jadi," tegas Abu Dun.

Abu Dun juga mengisahkan, di zaman Rasulullah, ada seorang yahudi yang selalu meludah Rasulullah setiap akan melaksanakan Shalat Subuh. Namun apa yang dilakukan yahudi itu tidak membuat Rasulullah marah.

Pada suatu hari, saat Nabi Muhammad SAW akan melaksanakan Shalat Subuh, beliau tidak diludah oleh yahudi tersebut. Setelah melaksanakan ibadah, beliau menanyakan kepada sahabat, kemana yahudi yang biasa meludahinya. Dari keterangan seorang sahabat, diketahui kalau yahudi tersebut sedang sakit.

Mendengar kabar tersebut, Rasulullah lalu mengunjungi yahudi yang sedang sakit itu. Nabi Muhammad SAW datang menjenguk dan membawa roti kepada yahudi yang sakit itu. Yahudi itu terkejut, tidak menyangka bahwa apa yang dilakukannya selama ini kepada Rasulullah malah dibalas dengan kebaikan.

Lalu yahudi itu mengucapkan dua kalimah syahadat dan menganut ajaran Islam yang disyiarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

"Hikmah yang kita ambil dari kisah itu adalah kejahatan tidak perlu dibalas dengan kejahatan," terang Abu Dun.

H Djamaluddin Idris dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada timses yang telah bekerja lebih awal bahkan sebelum dilantik. Menurutnya, pasangan Harus Jadi mendapat dukungan dari para ulama.

"Tim adalah ujung tombak dalam menyampaikan visi dan misi Harus Jadi," kata H Ruslan saat melantik tim pemenangan Kecamatan Samalanga. Calon Bupati Bireuen Nomor Urut 1, H Ruslan M Daud mengucapkan terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Tim Pemenangan Harus Jadi Kecamatan Samalanga.

"Jangan bersikap anarkis, jangan membuat fitnah atau menjelekkan kandidat lain," kata H Ruslan. Ditegaskannya, jika ada anggota tim yang tidak mengindahkannya, sebaiknya mundur dari Tim Harus Jadi. Beliau juga memberikan contoh seperti kasus pemukulan atas tim Harus Jadi yang pernah terjadi di Samalanga beberapa waktu lalu.

"Kita tidak perlu membalas dendam," kata H Ruslan.

Calon Bupati Petahana itu menginstruksikan kepada Tim Harus Jadi agar tidak menjelek-jelekkan atau memfitnah kandidat lain. Beliau juga meminta kepada Tim Pemenang Harus Jadi yang sudah dilantik agar bekerja sopan dan menjaga etika politik.

"Tim ini adalah mesin penggerak pada Pilkada," kata H Ruslan. Beliau juga menjelaskan bahwa dirinya saat ini bukan lagi milik partai, tetapi milik masyarakat Bireuen untuk Pilkada Bupati Bireuen periode 2017-2022.

"Ulama bersama saya, bekerjalah dengan santun," ujar H Ruslan. Jangan sampai tingkah laku kita salah dalam bekerja.

Menurutnya, serangkaian program yang sudah dan sedang dikerjakan saat ini, belum selesai. Untuk menyelesaikan apa yang menjadi harapan kita, dukungan dan kerja keras tim yang baru dilantik mutlak diperlukan.

"Kalau ada Nomor 1 untuk apa nomor yang lain, kalau ada saya untuk apa yang lain," sebait pantun dari H Ruslan mengawali sambutannya.

Beliau juga mengharapkan kepada Timses agar selalu kompak, sehingga apapun yang kita kerjakan saat ini bisa mendapatkan apa yang kita harapkan pada hari pemilihan nanti. Program yang pro rakyat itu yang saya utamakan jika saya terpilih.

H Ruslan mengatakan bahwa tim yang dilantik sudah ada payung hukumnya. Jadi kalau ada permasalahan yang menimpa timses ketika mengumpulkan suara untuk memenangkan Pasangan Harus Jadi, akan ditindaklanjuti dengan jalur hukum.

"Kalau ada intimidasi baik secara langsung atau melalui sms, segera laporkan kepada pihak yang berwajib," terang H Ruslan.

"Untuk apa menyalakan lilin kalau masih ada pelita, untuk apa bupati yang lain kalau masih ada saya," pantun yang disampaikan H Ruslan M Daud mengakhiri sambutannya.

"Saat bertemu masyarakat, jangan pernah memberikan harapan palsu," ujar H Ruslan. Menurutnya, timses cukup memberikan pandangan kepada masyarakat apa yang menjadi visi dan misinya. Jika dirinya terpilih, H Ruslan akan melanjutkan apa yang sudah pernah dilakukannya selama ini.

"Saya bukan menjual janji, karena apa yang sudah saya lakukan itulah bukti," ujar Ruslan. Namun, tambah calon bupati petahana itu, apa yang dilakukannya belum selesai dan belum dirasakan menyeluruh oleh masyarakat Bireuen. Penyebabnya adalah dana yang dimiliki atau yang diperoleh daerah dari pusat sangat terbatas. Untuk itu beliau meminta dukungan dan kerja keras dari tim yang sudah dilantik.

Doa yang dibacakan oleh Waled Nu untuk memohon berkah, dilanjutkan penampilan komedian Aceh terkenal, Jhoni Kapluk dan Mando Gapi menjadi hiburan di penghujung acara pelantikan Tim Pemenangan Harus Jadi Kecamatan Samalanga, (A,rls)

Tag : NEWS
Back To Top