Radar Aceh | Aceh Utara, Sudah seminggu PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) dilaporkan tidak berproduksi akibat pabrik rusak. Namun walau tidak berproduksi penyaluran dan stock pupuk tetap terjamin dan lancar. Bahkan sepanjang tahun 2016 jumlah produksi urea melampaui target begitu juga terhadap pemasaran dan penyaluran pupuk berjalan baik.
Hal ini disampaikan Menager Pemasaran PT PIM, Nasri Abdullah, Jum'at kemarin.
Dijelaskan, dalam penyaluran pupuk selalu disesuaikan dengan alokasi kebutuhan di masing masing Rayon PT PIM yang meliputi enam provinsi, yaitu Aceh,Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau Kepulauan Riau, (Kepri) dan Kalimantan Barat, Minggu (04/12).
PIM juga selalu siap dalam mengamankan jumlah kebutuhan pupuk dipuncak musim tanam rendengan mulai Oktober 2016 hingga Maret 2017. Stok urea PT PIM untuk semua lini dalam kondisi aman.
"Dalam memenuhi kebutuhan pupuk PT PIM berpegang kepada surat keputusan (SK) Menteri Perindustrian dan Perdagangan (Memperdag)", sebut Nasri.
Dia menambahkan, dalam pendistribusian pupuk agar berjalan efektik dan tidak terjadi kelangkaan, manajemen PT PIM meminta kerja sama Dinas Pertanian dan petani dapat menyusun rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK), sebab disinyalir masih ada petani yang belum masuk RDKK. Hal ini penting untuk memastikan petani mendapatakan pupuk bersubsidi sesuai ketentuan.
"Bila misalnya petani tidak masuk ke dalam kelompok tani dan tidak terdaftar dalam RDKK, maka petani tersebut akan kesulitan memperoleh pupuk bersubsidi. Dan diingatkan juga kepada distribututor dan kios pengencer untuk tidak menjual pupuk keluar wilayah yang telah ditetapkan "terang Nasri.
PT PIM lanjut Nasri, disamping mempesiapkan infrastruktur, juga selalu mengadakan koordinasi dengan dinas terkait, ekspeditur distributor, dan kios pengencer setempat, sehingga penyaluran pupuk bersubsidi ke petani lancar sesuai ketentuan. (UCR)
