Mustafa A Glangang : Pembangunan Bukan Hanya Fisik Saja

RADAR ACEH | Mantan Bupati Bireuen Mustafa A Glanggang menyamapiakan bahwa Pembangunan bukan hanya membangun fisik saja dan mengabaikan persoalan kesejahteraan, kewajiban pimpinan itu mensejahterakan yang dipimpinnya," demikian disampaikan mantan wartawan ini pada acara tatap muka dihadapan seribuan massa pendukung H.Amiruddin Idris yang hadir di lapangan Cot Batee, Kecamatan Kuala Minggu (4/12/2016) sore.

Berbicara pembangunan itu harus berdasarkan data dan fakta, karena dalam pembangunan kita harus melihat dari segala aspek, Bireuen harus menjadi contoh yang baik untuk kabupaten/kota lain di Aceh. Masyarakat Bireuen dinilai sangat kreatif oleh orang luar. "Sehingga kemajuan Bireuen menjadi contoh bagi masyarakat luar.

Dihadapan pendukung paslon H.Amiruddin Idris- Ridwan Khalid, Mustafa A Glanggang menceritakan pengalamannya selama lima tahun memimpin Bireuen bersama Amiruddin Idris, dan dalam kepemimpinannya tidak terjadi perpecahan ditengah jalan akibat kepentingan.

"Hubungan saya dengan pak Amir Alhamdulillah harmonis dari awal memimpin Bireuen sampai dengan sekarang, karena antara saya dan beliau tidak pernah beda pendapatan apalagi pendapat," beber Mustafa sambil berseloroh yang disambut tepuk tangan oleh massa yang hadir.

Menurut Mustafa A Glanggang alasan dirinya memilih paslon Dr.H.Amiruddin Idris, SE.,M.Si dan Drs.H.Ridwan Khalid adalah karena keduanya pernah berpengalaman di pemerintahan dan memilik track records bagus, Jadi mereka pasangan yang tepat untuk memimpin Kabupaten Bireuen lima tahun kedepan, karena keduanya punya konsep dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat, Amiruddin dan Ridwan Khalid tidak perlu diragukan lagi, karena keduanya adalah ahli bidang ekonomi, dan saya sangat mengenal kedua mereka.

Menurut mantan Bupati Bireuen ini, sosok keduanya keduanya diyakini mampu bekerjasama dalam membuat kebijakan demi kepentingan rakyat. "Sejak awal terbentuknya Kabupaten Bireuen, saya Bupati dan pak Amir Wakil Bupati serta pak Ridwan Khalid ketua dewan. Jadi saya sangat tahu dengan kemampuan keduanya dalam pemerintahan," ungkap mantan wartawan ini.

Pada saat kami memimpin Bireuen tahun 2002-2004, kondisinya dalam suasana konflik taruhannya nyawa. Roda pemerintahan tidak bisa berjalan normal. Tetapi walaupun suasana konflik, saya dan pak Amir tetap mengutamakan kesejahteraan bagi pegawai pemerintah dan masyarakat umum," jelas Mustafa A Glanggang, (A,007)

Tag : NEWS
Back To Top