BIREUEN - Jajaran Partai Aceh Kabupaten Bireuen kembali mengukuhkan 1.407 orang Tim Pemenangan di Kecamatan Jeumpa, pengukuhan tersebut lansung dilakukan oleh Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) yang sekaligus ketua Partai Aceh Bireuen (PA) Darwis Jeunib pada Minggu 8 Januari 2017.
Acara pengukuhan yang dilangsungkan di Lapangan Kuala Jeumpa Menurut Mulyadi atau biasa disapa Cut Abang yang menjabat sebagai Panglima Daerah II Bate Iliek karena Kuala Jeumpa memiliki sejarah yang mendalam dalam sejarah perjuangan GAM di wilayah Bate Iliek.
"Waktu konflik setiap senjata yang masuk tetap melalui Kuala Jeumpa, sehingga Kuala ini memiliki sejarah yang mengakar", kisah Cut Abang.
Menurut Cut Abang Partai Aceh telah siap dan memiliki Tim kerja sebanyak 35 orang di setiap Gampong yang terus bekerja untuk pemenangan Pasangan Calon yang di usung oleh PA baik Bupati maupun Gubernur.
Rasyidi mantan Panglima Sagoe di Kecamatan Plimbang Dalam orasinya mengatakan bahwa setelah sekian lama bersebrangan dengan Pimpinan KPA dan PA Darwis Jeunib terkait dengan diusungnya Ruslan M Daud sebagai Calon Bupati Bireuen pada periode yang lalu, yang dirinya tidak setuju dengan Ruslan Ma Daud sehingga dirinya menentang keras sikap Darwis Jeunib sehingga malah mendukung pasangan lain, namun pada Pilkada tahun 2017 dirinya menganggap pilihan PA sudah tepat kepada H Khalili SH sebagai salah seorang mantan Pejuang.
"Pada pemilu tahun 2012 saya bersebrangan dengan Bang Darwis karena dalam forum bang Darwis mengangkat Ruslan sebagai Bupati Bireuen, dan dalam forum saya katakan kalau Ruslan yang di angkat sebagai Calon Bupati saya akan melawan dan pada waktu itu saya mendukung calon lain yang di usung oleh Panas", kisahnya.
Menurutnya dirinya tidak sepakat dengan Ruslan karena sejarah ketika konflik, dimana dikala itu dirinya bersama para Kombatan GAM merampok uang yang diantar oleh Bank di Kecamatan Juli dan uang tersebut dibawa lari oleh Ruslan M Daud yang kemudian dijadikan sebagai Modal bisnisnya di Malaysia.
"Kali ini dengan Rela hati saya sekapat dengan Calon yang di usung oleh Partai Aceh,y yang merupakan mantan Pejuang, dan harus diingat bahwa kalau tidak ada Partai Aceh maka Indonesia tidak lagi menganggap Aceh memiliki kekuatan politik, maka dari itu saya akan terus berjuang demi tegaknya kekuatan politik masyarakat Aceh", ungkapnya.
Menurutnya perjuangan bangsa Aceh bukan karena Bupati, dan ini bukan juga karena Gubernur, tapi demi menyelamatkan Partai Aceh yang merupakan sebuah kekuatan politik Bangsa Aceh yang tidak dimiliki oleh daerah lain di Indonesia.
Sementara itu H Khalili SH dihadapan ribuan pendukung nya kembali mengajak masyarakat untuk berfikir realistis dan terus mengingat sejarah panjang perjuangan Bangsa Aceh.
"Ingat bahwa kita pernah menuntuk kepada Negara Indonesia dengan darah dan Air mata, dan hari ini apa yang kita tuntut sudah mulai kita gapai, maka jangan sampai apa yang sudah ada di dalam genggaman hilang begitu saja", ujar H Khalili.
H Khalili mengharapkan Masyarakat Aceh untuk memilih pasangan yang di usung oleh PA yaitu H Khalili SH - Yusri M.Si, M.S pada nomor urut 4 dan Muzakir Manaf - TA Khalid untuk pasangan Gubernur, nomor urut 5,
(A,007)
